Suasana di ruangan itu semakin cair seiring kotak dimsum yang perlahan mulai kosong. Tawa ringan bersahut-sahutan, mengisi jeda di antara lelah yang sejak tadi menumpuk. “Sejujurnya aku masih kaget,” ujar Helena sambil bersandar santai di kursi, garpu masih di tangannya. “Ternyata kamu ini putri konglomerat.”
Ia menatap Marsha dengan ekspresi setengah bercanda, setengah sungguh-sungguh..“Jadi anak dari dokter legendaris seperti Dokter Erlan Dominic saja sudah cukup bikin iri, apalagi ditambah latar belakangmu yang lain.”
Marsha hanya tersenyum tipis, belum sempat menanggapi, Evan sudah lebih dulu menyela. “Kamu saja kali,” ujarnya santai. “Kalau aku sih biasa saja. Orang tuaku juga dokter, jadi nggak terlalu terintimidasi.”
Beberapa dari mereka tertawa kecil.
Helena mengangkat bahu, lalu kembali melirik Marsha dengan senyum yang sedikit jahil. “Tapi serius ya papah kamu itu paket lengkap. Dokter hebat, bisa masak pula.” ia berhenti sejenak, lalu menambahkan dengan nada menggoda, “Next time bilang ke Uncle Andreas… aku siap jadi menantunya.” Ucapan itu langsung disambut gelak tawa.
Marsha ikut tertawa, menggeleng kecil. “Serius yang mana ini?”
Helena menyeringai, matanya berbinar seperti menemukan topik menarik. “Itu loh…” katanya sambil sedikit mencondongkan tubuh. “Kakak kamu yang tinggi, ganteng, pembawaannya dewasa… dan….”.Ia menahan sejenak, lalu menambahkan dengan nada dramatis, “suara baritonnya itu, loh. So sexy.”
Evan yang sejak tadi santai langsung menoleh. “Siapa?” tanyanya penasaran.
Helena menatap Marsha sejenak, lalu menjawab dengan santai, seolah itu hal yang sudah jelas.
“Xa Biru?” Marsha menghela napas kecil, masih dengan sisa tawa di wajahnya. Ia tidak langsung membantah, hanya menggeleng pelan sambil menatap Helena. “Selera kamu… tinggi juga,” ujarnya ringan.
Ruangan kembali dipenuhi tawa, namun di balik candaan itu, nama yang baru saja disebut seolah membuka percakapan lain yang mungkin, tanpa mereka sadari, akan membawa lebih banyak cerita ke de…
Anak Terbuang Milik CEO Arogan
Bab 48
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 134 Episodes
Comments