Valerina melipat foto itu dengan presisi yang menyakitkan, lalu menyelipkannya ke saku dalam mantelnya. Wajahnya tampak tenang, namun binar matanya telah kehilangan kewarasan yang tersisa. Kini, hanya ada obsesi murni yang menggerogoti setiap sudut pikirannya.
Ia menoleh ke arah pria tua berjanggut yang berdiri mematung di ambang pintu gudang. Marcus, mantan tangan kanan mendiang neneknya—satu-satunya orang yang masih setia pada garis keturunan Ardhito.
"Semuanya sudah siap?" tanya Valerina pelan.
Marcus mengangguk. "Paspor baru, uang tunai, tiga identitas palsu, dan kendaraan pengganti." Ia meletakkan ransel hitam di atas meja kayu yang lapuk. "Aku juga menyiapkan jalur pelarian ke Irlandia. Begitu kita meninggalkan London, keluarga Halvard akan kehilangan jejakmu."
Valerina bahkan tidak melirik ransel itu. "Aku tidak pergi."
Marcus tertegun. "Nona..."
"Aku bilang, aku tidak pergi." Nada suaranya tetap datar, namun cukup dingin untuk membuat Marcus menahan napas. "Kau tahu kenapa aku kembali ke London, Marcus?"
Marcus hanya mampu menggeleng pelan.
"Karena Marsha masih hidup," sahut Valerina, senyum tipis terukir di bibirnya. "Selama dia masih bernapas, seluruh penderitaanku selama ini menjadi sia-sia."
"Nona, dengarkan aku," desak Marcus dengan nada cemas. "Seluruh Inggris sedang mencarimu. Vincent Harrison telah mengerahkan jaringan bawah tanahnya. Keluarga Halvard sendiri yang kini memburumu."
"Justru itu," potong Valerina. "Mereka tidak akan pernah menduga bahwa aku bersembunyi tepat di bawah hidung mereka."
Valerina mengeluarkan tablet dari balik mantelnya. Layar menyala, menampilkan cetak biru *Royal London Hospital*. Titik-titik merah menandai jalur servis, lorong utilitas, hingga akses ruang mekanikal.
Marcus membelalak. "Dari mana kau dapatkan itu?"
"Uang bisa membeli rahasia apa pun," balasnya tenang. Ia memperbesar denah lantai VIP. "Saluran oksigen, ruang utilitas, terowongan servis..." Senyumnya perlahan melebar, membentuk seringai yang mengerikan. "Rum…
Anak Terbuang Milik CEO Arogan
Bab 107
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 134 Episodes
Comments