"Aku ingat dulu kamu hampir menyerah di tahun kedua karena kesulitan menghafal saraf kranial," goda Marsha sambil menyesap cokelat panasnya.
Damian terbahak. "Dan aku ingat kamu hampir pingsan karena terlalu banyak minum kopi demi menyelesaikan skripsi di bawah bimbingan Daddy Erlan yang super disiplin itu. Bagaimana kabar beliau? Masih segalak dulu di ruang operasi?"
"Daddy tetap perfeksionis kalau soal pasien, tapi di rumah, dia adalah Daddy yang paling lembut," jawab Marsha dengan binar mata penuh kasih. "Kamu tahu sendiri, aku tidak akan bisa menjadi dokter bedah jantung di usia sekarang tanpa bimbingan ketatnya. Dia bukan hanya guru, tapi juga kompas hidupku."
Damian mengangguk mengerti. "Itulah kenapa aku sedikit terkejut soal keluarga Halvard. Kamu adalah 'produk' didikan Erlan Dominic yang sangat murni. Mandiri, pekerja keras, dan tidak silau harta. Mengetahui kamu ternyata seorang Halvard... itu seperti menemukan mutiara di tengah lautan emas."
---
Tiba-tiba, ponsel Marsha yang tergeletak di meja bergetar hebat. Sebuah pesan masuk dari Archio.
Archio: "Siapa pria yang bersamamu di kafe? Ajudan bilang kau tampak sangat akrab. Jangan lupa jalan pulang, Marsha. Papah sudah menunggumu untuk makan malam kedua dia tidak mau makan sebelum kau sampai."
Marsha memutar bola matanya dan menunjukkan layar ponselnya pada Damian. "Lihat? Belum juga satu jam aku bertemu denganmu, 'Intelijen Halvard' sudah mulai bekerja," keluh Marsha, meski ada nada geli di suaranya.
Damian membaca pesan itu dan bersiul pelan. "Wow, protektif level dewa. Sepertinya aku harus berhati-hati agar tidak dituduh menculik putri mereka."
"Tenang saja, aku bisa menanganinya," ucap Marsha sambil mengetik balasan singkat: *'Ini Damian, teman lamaku. Aku akan pulang sebentar lagi. Jangan ganggu waktu pribadiku, Kak!'*
Marsha kemudian menatap Damian kembali. "Jadi, berapa lama kamu di London sebelum benar-benar bertugas? Aku ingin kita makan malam bersama Daddy dan Mommy. Mereka pasti sangat merinduka…
Anak Terbuang Milik CEO Arogan
Bab 27 kenangan yang belum sepenuhnya
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 134 Episodes
Comments