Pagi yang Tenang di London
Sementara itu, 11.000 kilometer jauhnya, Marsha sedang bersiap untuk ujian praktiknya di rumah sakit. Erlan Dominic memperhatikan putrinya dengan bangga dari meja makan.
"Marsha, ada surat dari yayasan medis internasional," ucap Erlan sambil menyerahkan amplop cokelat.
Marsha membukanya, namun keningnya berkerut. Di dalam amplop itu bukan surat beasiswa, melainkan sebuah foto lama yang sudah menguning: Seorang pria (Andreas) sedang menggendong bayi perempuan di depan Monas.
Di balik foto itu tertulis: "Ayah tidak pernah berhenti mencarimu."
Tangan Marsha gemetar. "Dad... siapa pria di foto ini? Kenapa wajahnya... terasa begitu akrab?"
Erlan dan Shafira saling berpandangan. Rahasia yang mereka simpan rapat selama dua dekade akhirnya menjemput mereka di depan pintu rumah.
Erlan dominic dan shafira jujur, "sayang sebelum kamu dikirim ke panti asuhan, dulu kamu terluka itu sebabnya kamu tidak mengingat apapun selain dua kata Marsha dan papah Andreas." Ucap shafira.
Kejujuran Erlan dan Shafira melepaskan beban yang selama ini menghimpit pundak mereka, namun bagi Marsha, dunia yang ia kenal seolah berputar 180 derajat. Di ruang tamu mereka yang tenang di London, pengakuan itu menggantung di udara seperti kabut yang tebal.
Marsha tertegun. Jari-jarinya mengusap pinggiran foto tua yang diberikan Erlan. Nama itu Andreas. Tiba-tiba, sebuah kilatan ingatan yang sangat samar muncul di benaknya: aroma parfum maskulin yang bercampur dengan bau oli mobil, dan suara tawa berat yang selalu membuatnya merasa aman.
"Papa... Andreas," gumam Marsha, suaranya bergetar. Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. "Jadi, selama ini... aku tidak dibuang oleh semua orang?"
Shafira segera berpindah duduk ke samping Marsha, memeluk putrinya dengan erat. "Tidak, sayang. Ayahmu mencari ke setiap sudut Paris. Kami baru mengetahui identitas aslinya setelah Theodore rekan lamanya menghubungi rumah sakit tempat Erlan bekerja. Kami tidak pernah berniat menjauhkanmu, kami…
Anak Terbuang Milik CEO Arogan
Bab 12 Dua nama satu hati
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 134 Episodes
Comments