Malam semakin larut ketika mobil sedan hitam yang dikemudikan Leonard membelah jalanan London yang basah oleh sisa hujan. Di kursi belakang, Vincent duduk dalam keheningan yang pekat, tatapannya lurus menatap jalanan di luar jendela dengan rahang mengeras.
Leonard melirik sekilas ke arah kaca spion tengah, mengamati bayangan wajah sahabatnya yang diselimuti amarah dingin. Ia tahu betul apa yang sedang berkecamuk di kepala Vincent saat ini.
"Vin," panggil Leonard memecah keheningan kabin. "Kau yakin ingin mendatangi mereka sekarang?"
Vincent tidak langsung menjawab. Suaranya terdengar datar namun penuh tekanan mutlak. "Orang yang menyusup ke rumah Marsha tidak akan dibiarkan bernapas lama."
"Bukan soal itu yang kukhawatirkan," Leonard menghela napas berat, mencengkeram kemudi lebih erat. "Kau tahu persis siapa di balik semua ini. Musuh bebuyutanmu... orang yang selama ini mengincar segala sesuatu yang berharga dalam hidupmu."
Vincent menoleh tajam. Sorot matanya menghujam tajam ke arah Leonard.
"Dan sekarang," lanjut Leonard dengan nada serius, "mereka sudah menyentuh garis merah. Mereka tahu Marsha adalah titik terlemahmu. Kalau kau gegabah menyerang balik tanpa memperketat pertahanan mutlak di sekeliling Marsha, keselamatan dia akan terus berada di ujung tanduk."
Suasana di dalam mobil mendadak membeku. Leonard tidak sedang menasihati; ia sedang mengingatkan kenyataan pahit bahwa dendam lama antara Vincent dan musuh bebuyutannya kini telah menyeret orang yang paling dicintai pria itu ke dalam pusaran maut.
Vincent mengepalkan tangannya di atas lutut, buku-jarinya memutih. Ingatannya melayang kembali pada bayangan Marsha yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit beberapa waktu lalu akibat kecelakaan yang ternyata bukan sekadar musibah biasa.
"Aku tahu apa yang sedang mereka lakukan," bisik Vincent dingin, suaranya terdengar seperti ancaman yang keluar dari gerbang kematian. "Mereka mencoba menghancurkanku dengan mengincar Marsha."
"Lalu apa rencana kita?" tanya Le…
Anak Terbuang Milik CEO Arogan
Bab 125
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 134 Episodes
Comments