Sementara itu, di Bangsal VIP Rumah Sakit
Malam merayap menuju fajar. Di dalam kamarnya, Marsha terbangun karena rasa haus yang mendera tenggorokannya. Ia melirik ke arah sofa, tempat Archio tertidur dengan posisi duduk, masih mengenakan kemeja kerjanya yang kusut. Kakak keduanya itu menolak untuk pulang, bersikeras berjaga seolah takut jika ia berkedip, Marsha akan menghilang lagi seperti belasan tahun lalu.
Marsha mencoba meraih gelas air di atas nakas, namun gerakannya terbatas karena rasa nyeri di perutnya pasca-operasi. "Biar aku bantu," sebuah suara rendah, berat, namun sangat familier terdengar dari arah pintu.
Marsha menoleh cepat. Alangkah terkejutnya ia saat melihat sosok yang melangkah masuk bukan staf medis, melainkan Reinhard. Pria itu tidak lagi berada di atas kursi roda, ia berjalan dengan perlahan, satu tangannya bertumpu pada tongkat penyangga, sementara tangannya yang lain membawa sebuah map medis. Wajah tampannya yang pucat tampak mengeras menahan nyeri di kakinya, namun matanya menatap Marsha dengan intensitas yang begitu dalam.
"Reinhard?" bisik Marsha, suaranya serak. "Kenapa kamu bisa ada di sini? Ini area VIP isolasi."
Reinhard tidak menjawab. Ia mendekati nakas, menuangkan air putih ke dalam gelas dengan tenang, lalu menyerahkannya pada Marsha. Setelah Marsha meminumnya, Reinhard menarik sebuah kursi dan duduk di dekat ranjang, mengabaikan Archio yang masih mendengkur halus di sofa seberang.
"Kamu mengalami amnesia setelah kecelakaan belasan tahun lalu, bukan?" tanya Reinhard tiba-tiba, menembak langsung ke inti masalah tanpa basa-basi profesional.
Marsha mengernyitkan dahi, merasa aneh dengan perubahan sikap pasien VIP-nya ini. "Bagaimana kamu bisa tahu?"
Reinhard mencondongkan tubuhnya ke depan, matanya mengunci pandangan Marsha, mencari serpihan ingatan masa lalu di dalam manik mata abu-abu wanita itu.
"Karena sore itu, sebelum kamu ditabrak hingga melupakan segalanya... aku adalah anak laki-laki yang memegang tanganmu di dalam gudang pen…
Anak Terbuang Milik CEO Arogan
Bab 78
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 134 Episodes
Comments