Marsha kembali duduk di bangku taman, menarik nafas pelan seolah melepaskan sisa percakapan barusan, wajahnya kembali lebih santai, meski masih ada jejak pikiran yang belum sepenuhnya hilang.
Erlan meliriknya sekilas, lalu tersenyum tipis. “Sudah ketemu Papahmu?” tanyanya ringan, meski sebenarnya ia sudah bisa menebak dari ekspresi Marsha.
Marsha mengangguk kecil. “Sudah.”
Erlan menyandarkan punggungnya, lalu berkata santai, “kemarin Papahmu sempat menghubungi Daddy.” Ia menoleh, matanya mengandung sedikit godaan. “Minta Daddy membekukan kartu kreditmu.”
Marsha langsung menoleh cepat. “Hah?”
Erlan terkekeh pelan. “Sepertinya dia tidak percaya kalau putrinya yang satu ini tidak terlalu suka belanja.”
Marsha menghela nafas, lalu menggeleng kecil sambil tersenyum. “Padahal memang nggak terlalu suka…”
“Makanya,” lanjut Erlan ringan, “akhir pekan nanti kamu disuruh belanja lebih banyak.”
Marsha mendengus pelan, lalu bersandar santai.
“Ya… kalau nggak malas, Dad,” balasnya santai. “Soalnya rencananya akhir pekan mau nginep di rumah Papah. Pengen… malas-malasan saja.”
Kalimat itu terdengar biasa.
Namun cukup membuat Erlan terdiam sepersekian detik, Ia tetap tersenyum, tapi ada sesuatu yang tipis melintas di matanya, perasaan yang sulit dijelaskan.
Bukan kecewa.
Bukan juga keberatan.
Lebih seperti cemburu kecil yang datang tanpa diundang, namun di saat yang sama, ada rasa lega yang perlahan tumbuh. Putrinya sudah mulai membuka diri dan mulai menerima.
Erlan menghela napas pelan, lalu mengangkat alisnya dengan gaya bercanda. “Wah… pas sekali,” ujarnya santai. “Berarti Daddy sama Mommy bisa sekalian bulan madu.”
Marsha langsung menoleh, matanya sedikit membesar. “Daddyyy…” Nada protesnya ringan, tapi diiringi tawa kecil.
Erlan ikut tertawa, suasana kembali hangat seperti sebelumnya, tidak ada lagi ketegangan, hanya kebersamaan sederhana yang mungkin tidak sempurna, tapi terasa cukup. Dan untuk saat ini, Itu sudah lebih dari cukup.
___
Setelah makan siang selesai, keduanya ber…
Anak Terbuang Milik CEO Arogan
Bab 42
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 134 Episodes
Comments