Malam itu berakhir tanpa hal berarti bagi sebagian orang, namun tidak bagi Marsha. Perasaan tidak nyaman yang sempat ia rasakan masih tersisa, samar namun cukup untuk mengganggu pikirannya hingga ia terlelap.
Pagi datang lebih cepat dari biasanya.
Rumah sakit di London sudah sibuk bahkan sebelum matahari benar-benar tinggi. Lorong-lorong dipenuhi langkah cepat para tenaga medis, suara alat monitor bersahutan, dan aroma antiseptik yang tajam memenuhi udara.
Marsha berjalan masuk dengan langkah tenang, jas putihnya terpasang rapi, ekspresinya kembali menjadi sosok profesional yang dingin dan terkontrol. Tidak ada jejak keraguan dari semalam, Namun begitu ia sampai di nurse station, suasana terasa berbeda.
Tegang.
Beberapa perawat tampak berbisik, sementara seorang dokter junior hampir menjatuhkan berkas di tangannya. “Ada apa?” tanya Marsha singkat.
Salah satu perawat menatapnya ragu sebelum akhirnya menjawab, “Pasien darurat, Dok. Kasus tembak. Pelurunya mengenai bagian kepala.”
Langkah Marsha terhenti sejenak.
Kasus seperti itu bukan hal asing, tapi nada suara perawat tadi berbeda. “Status?” tanyanya lagi, kali ini lebih fokus.
“Masih sadar saat dibawa masuk, tapi tekanan darah mulai turun. Tim bedah sudah bersiap, tapi…” perawat itu menelan ludah, “…kami menunggu Anda.”
Marsha mengangguk tanpa banyak bicara. “Siapkan ruang operasi. Aku yang tangani.”
Ia berjalan cepat menuju ruang persiapan, namun sebelum masuk, matanya sempat menangkap sosok pria tinggi yang berdiri di ujung lorong, dikelilingi beberapa orang dengan pakaian formal. Wajah-wajah tegang, sorot mata waspada, bukan keluarga biasa, sesuatu tentang mereka terasa berbeda.
Di dalam ruang operasi, suasana berubah menjadi hening yang terkontrol. Semua orang bergerak cepat, tapi tanpa suara yang tidak perlu. Marsha berdiri di depan meja operasi, tangannya sudah bersarung, matanya fokus pada tubuh pria yang terbaring di hadapannya.
Wajah itu tak asing baginya, namun entah kenapa terlalu mencolok untuk diabaika…
Anak Terbuang Milik CEO Arogan
Bab 30
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 134 Episodes
Comments