Selena tidak langsung membalas, ia hanya menatap Andreas lama menimbang, bermain dalam diam. “Kalau aku memang sekejam itu,” ucapnya akhirnya, pelan, “kenapa kamu tidak menghentikanku waktu itu?”
Pertanyaan itu jatuh seperti pisau. Andreas membeku, tidak bisa menjawab, tidak ada kata yang keluar dan di situlah letak manipulasinya.
Selena tersenyum tipis. “Kamu selalu tahu banyak hal, Andreas,” lanjutnya lembut, “tapi kamu juga selalu… terlambat.”
Xabiru mengepalkan tangan, suaranya meningkat, “Ayah tidak pernah terlambat!”
“Tidak?” Selena menoleh, tatapannya menusuk. “Lalu di mana dia saat Marsha dibawa pergi?”
Tidak ada jawaban. Karena kenyataannya, Andreas memang tidak ada di sana saat itu.
Xabiru menahan emosi. “Setidaknya Ayah tidak pernah menyakitinya.”
Selena tertawa kecil, hampir terdengar ringan. “Ah… tentu saja.” Ia memiringkan kepala, mata yang tersenyum tipis itu tetap penuh sindiran. “Karena Marsha memang selalu lebih dekat dengan ayahnya, bukan?”
Kalimat itu terdengar ringan. Namun di dalamnya tersembunyi racun halus yang menusuk.
“Sejak kecil,” lanjut Selena, “apapun selalu tentang Ayahnya. Tangisnya tawanya bahkan keberaniannya.” Ia menatap Andreas, menekankan setiap kata dengan ketepatan yang membuatnya seolah benar, padahal manipulatif.
Untuk sesaat, tidak ada yang berbicara. “Anak itu terlalu bergantung,” tambah Selena pelan, suaranya seolah merenung. “Dan kamu membiarkannya.”
“Itu bukan kesalahan kamu yang terlau manipulatif,” jawab Andreas singkat.
“Bagi seorang ibu?” Selena mengangkat alis. “Kadang… itu sudah cukup menjadi masalah.”
Suasana kembali menegang. Kali ini lebih gelap, lebih pekat, seperti ada bayangan yang menutup seluruh ruangan.
Selena merapikan tasnya, seolah percakapan itu sudah selesai baginya. “Jika kamu ingin bercerai, silakan,” ucapnya ringan. “Aku tidak akan menahan.” Ia melangkah ke pintu, namun sebelum keluar, berhenti.
“Oh ya…” Suaranya terdengar kembali, lebih pelan. “Kalian boleh terus mencariku sebagai penjahat dalam c…
Anak Terbuang Milik CEO Arogan
Bab 11 Puing-puing kebohongan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 134 Episodes
Comments
Adi Sudiro
iblis aja mungkin senang dan gembira kak punya keturunan🤭🤭🤣
2026-06-30
0
amoeraaa
ngeriii kok ada y ibu yang hatinya seperti iblis binatang aja g tega membuang anaknya loh miris kali
2026-04-20
1