Di luar, badai London perlahan mulai mereda, menyisakan kesunyian yang mencekam. Namun di dalam kepala Valerina, badai yang jauh lebih besar sedang dipersiapkan untuk menghantam kehidupan tenang Marsha Dominic di masa depan.
Keesokan paginya di Rumah Sakit Royal London, atmosfer di dalam kamar rawat VIP Marsha mendadak berubah mencekam. Ponsel khusus milik Vincent yang berada di dalam saku jas medisnya bergetar intens. Begitu membaca pesan enkripsi yang masuk dari kepala keamanannya, rahang Vincent seketika mengeras, dan sepasang netra gelapnya memancarkan kilat sedingin es.
Valerina kabur dari sel isolasi blok barat.
Vincent melangkah mundur secara perlahan agar tidak menimbulkan kecurigaan pada Marsha yang saat itu sedang disuapi buah oleh Lady Dominic. Ia memberi kode mata kepada Erlan Dominic dan Andreas Halvard yang langsung tanggap dengan perubahan bahasa tubuhnya. Ketiga pria itu melangkah keluar ke koridor sepi di depan kamar rawat.
"Ada apa, Vincent?" tanya Andreas Halvard, firasat seorang ayah langsung menangkap aura berbahaya dari calon menantunya.
"Valerina meloloskan diri dari pusat penahanan dua jam yang lalu," ucap Vincent, suaranya rendah namun sarat akan tekanan intimidasi yang mematikan. "Dia memanipulasi kunci manual saat badai semalam dan menyamar sebagai petugas utilitas sebelum menyelundup ke truk logistik."
"Sialan! Bagaimana bisa sistem keamanan London seceroboh itu?!" Erlan Dominic menggeram rendah, tangannya mengepal kuat menahan amarah karena keselamatan putrinya kembali terancam.
"Kakek Daniel dan Paman Kaisar sudah memerintahkan faksi Halvard untuk menutup seluruh akses keluar Jakarta, tapi di London ini adalah permainanku," ucap Vincent dengan nada sedingin malam. Ia langsung merengkuh ponselnya dan menghubungi nomor sirkuit internalnya.
"Kerahkan seluruh unit divisi satu dan dua," perintah Vincent melalui sambungan telepon, suaranya bagai vonis mati yang tak terbantahkan. "Tutup Bandara Heathrow, pelabuhan komersial, hingga jalur kargo…
Anak Terbuang Milik CEO Arogan
Bab 105
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 134 Episodes
Comments