Marsha memejamkan mata, bayangan wajah Andreas ayah kandungnya yang pucat saat menolong Xabiru tadi muncul di benaknya, tatapan Andreas yang penuh harap namun tetap menjaga jarak. "Lalu aku harus bagaimana, Mom? Aku muak dengan perasaan ini, aku ingin mereka pergi, tapi aku juga, aku juga takut jika besok kursi di rumah sakit itu benar-benar kosong selamanya."
Shafira tersenyum tipis, sebuah senyuman yang penuh empati. Ia tahu putrinya sedang berada di titik balik. "Jangan dipaksa untuk memaafkan, Marsha. Level sembilan itu ada di sana untuk sebuah alasan, biarkan dia ada, tapi jangan biarkan kebencian itu menutup matamu bahwa ada bagian lain dari dirimu yang sedang haus akan kasih sayang seorang ayah yang sempat hilang.”
"Haus kasih sayang sejak kapan? " Tanya Marsha.
Erlan tertawa renyah. "Lalu ini apa, anak Daddy sudah sebesar ini tapi suka sekali di peluk. “
Erlan tertawa renyah, suara beratnya bergetar di dada tempat Marsha bersandar. Tawanya adalah suara yang selama ini menjadi jangkar bagi hidup Marsha, pengingat bahwa ia tidak pernah benar-benar sendirian.
"Lalu ini apa? Anak Daddy sudah sebesar ini tapi suka sekali dipeluk," goda Erlan sambil mengeratkan dekapannya, seolah ingin meyakinkan Marsha bahwa tempatnya di sini selalu aman.
Marsha tertegun sejenak. Ia memaksakan senyum tipis, meski pikirannya masih berkelana ke lorong rumah sakit. "Itu beda, Dad. Manjaku ke Daddy itu hak paten."
Shafira yang masih memperhatikan dari samping, menimpali dengan nada yang lebih dalam, beralih kembali ke sisi profesionalnya sebagai psikolog namun tetap dengan kelembutan seorang ibu.
"Sayang, 'haus' itu bukan berarti kamu tidak mendapatkan kasih sayang dari kami," jelas Shafira perlahan. "Kami mencintaimu dengan seluruh nyawa kami, tapi ada satu ruang kecil di hati setiap anak yang hanya bisa diisi oleh potongan puzzle aslinya. Kamu merindukan Andreas ayah kandungmu bukan karena Daddy-mu kurang memberikan cinta, tapi karena jiwamu mengenali detak jantung yang sam…
Anak Terbuang Milik CEO Arogan
Bab 18
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 134 Episodes
Comments