Pria itu belum pergi.
Ia masih berdiri di ujung lorong, tegak dan tenang, seolah rumah sakit itu hanyalah wilayah yang sedang ia singgahi, bukan tempat yang bisa mengatur langkahnya. Tatapannya tetap tertuju pada Marsha, tajam namun sulit dibaca.
Marsha berniat melewatinya, tetapi suara pria itu kembali menghentikannya. “Kalau dia sadar, hubungi saya.” Nada suaranya datar, rendah, dan terdengar seperti kebiasaan seseorang yang terbiasa memberi instruksi.
Marsha menoleh perlahan. “Rumah sakit punya prosedur. Kami tidak memberikan informasi pasien kepada sembarang orang.”
Tatapan pria itu berubah tipis, bukan tersinggung, melainkan seperti tertarik. “Saya bukan sembarang orang.”
Marsha menyilangkan tangan di dada, wajahnya tetap tenang. “Semua orang penting selalu mengatakan hal yang sama.”
Keheningan singkat tercipta.
Bukan keheningan yang canggung, melainkan seperti dua orang yang sama-sama sedang saling menilai, Lalu pria itu mengulurkan sebuah kartu nama berwarna hitam. Sederhana, tanpa logo mencolok, hanya sebuah nama yang terukir dengan huruf perak.
Marsha menerima kartu itu, membaca sekilas, lalu mengangkat pandangan. “Reinhard?”
“Adik saya.” Jawaban itu membuat Marsha terdiam sesaat.
Jadi pria di hadapannya bukan pasien yang baru ia operasi, namun anehnya, aura dingin dan tekanan yang ia rasakan justru jauh lebih kuat dari pria yang terbaring di ruang ICU.
Sebelum percakapan mereka berlanjut, suara langkah tergesa memecah suasana.
Seorang perawat berlari dari arah ICU, napasnya memburu. “Dokter Marsha, pasien mengalami peningkatan tekanan intrakranial!”
Ekspresi Marsha berubah seketika.
Tanpa membuang waktu, ia berbalik dan melangkah cepat menuju ICU. Namun belum beberapa langkah, suara langkah lain mengikuti di belakangnya.
“Area ini steril. Anda tidak bisa masuk,” ujar Marsha tegas tanpa menoleh.
Namun pria itu tetap berjalan.
“Kalau adik saya mati, tidak ada seorang pun di rumah sakit ini yang bisa tidur tenang.”
Kali ini Marsha berhenti.
Ia berbalik, menat…
Anak Terbuang Milik CEO Arogan
Bab 31
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 134 Episodes
Comments