Aroma sate ayam yang dibawa Andreas perlahan memenuhi kamar, Marsha yang sejak tadi tampak murung, tanpa sadar menatap nampan di tangan ayahnya dengan mata berbinar. "Papah benar-benar bikin sendiri?"
Andreas mengangkat alis. "Memangnya Papah pernah bohong sama princess?"
Marsha tertawa kecil. "Pernah..."
Andreas langsung memasang wajah tersinggung. "Fitnah."
Erlan yang baru saja menuangkan sup ke dalam mangkuk Syafira terkekeh pelan. "Kalau soal makanan, jangan percaya Andreas. Dulu dia pernah bilang bisa memasak ternyata yang masak chef."
"Hei."
Marsha langsung tertawa, bahkan Syafira yang masih lemah ikut tersenyum melihat kedua pria itu saling menyindir, untuk pertama kalinya sejak kecelakaan itu, tawa kecil terdengar di kamar tersebut tanpa disusul rasa takut.
Andreas menatap putrinya beberapa detik, senyum di wajah Marsha memang belum sepenuhnya kembali, tetapi setidaknya kali ini tidak ada ketakutan yang memenuhi sorot matanya.
Ia menarik napas lega, kemudian Andreas berjongkok di depan kursi roda. "Sini, biar papah bantu. "
"Aku bisa sendiri, Pah."
"Papah tahu."
"Tapi.. "
"Papah mau bantu, jangan dibantah." Nada suaranya lembut, tetapi tidak memberikan ruang untuk ditolak.
Marsha akhirnya mengalah.
Andreas membantu memindahkan tubuh putrinya dari kursi roda ke kursi yang telah disiapkan di sisi ranjang. Gerakannya begitu hati-hati, seolah kaki Marsha terbuat dari kaca yang bisa pecah hanya karena disentuh sedikit lebih keras.
Setelah memastikan putrinya duduk nyaman, Andreas menarik kursi di sampingnya ia mengambil satu tusuk sate. "Nah. Buka mulut."
Marsha menatapnya dengan ekspresi tidak percaya. "Papah... Aku bukan anak kecil, aku sudah dua puluh sembilan tahun."
"Terus kenapa?"
"Aku bukan anak lima tahun. Papah."
Andreas mengangkat tusuk sate itu semakin dekat. "Bagi Papah, umurmu tetap lima tahun."
Marsha menghela napas panjang. "Kalau orang lihat gimana? Masa seorang dokter bedah makan di suapin."
"Biarkan ngga ada yang lihat juga para pelayan juga ad…
Anak Terbuang Milik CEO Arogan
Bab 132 - Rumah yang tak lagi aman.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 134 Episodes
Comments