Shafira terkekeh geli melihat ekspresi putrinya yang langsung menekuk wajah. "Sudahlah, Sayang, anggap saja ini liburan panjang pertama kita setelah bertahun-tahun."
Marsha akhirnya mengangguk pasrah, menyerahkan kendali penuh pada kedua orang tuanya. "Baiklah, Dr. Erlan Dominic, tolong rawat pasien rewel yang satu ini dengan baik."
Erlan tersenyum bangga, lalu mendaratkan kecupan penuh kasih di puncak kepala putrinya. "Dengan senang hati, karena pasien yang satu ini... adalah karya terindah dalam hidup Daddy dan Mommy."
Mobil hitam yang membawa Marsha, Erlan, dan Shafira meluncur membelah jalanan London yang mulai lengang. Di dalam kabin, alunan musik klasik yang lembut mengiringi perjalanan, memberikan ketenangan setelah berhari-hari aroma antiseptik dan suara monitor rumah sakit mendominasi hari-hari Marsha.
Tak lama kemudian, mobil itu memasuki kawasan perumahan mewah di pinggiran kota. Pepohonan dengan daun-daun kecokelatan khas musim gugur menyambut kedatangan mereka, membingkai sebuah rumah bergaya modern klasik berlantai dua yang berdiri megah namun tetap terasa hangat.
Pagar otomatis terbuka perlahan. Mobil berhenti tepat di depan pintu utama.
"Selamat datang di rumah, Dokter Marsha," ujar Erlan sambil tersenyum lebar, lalu bergegas turun untuk membukakan pintu dan menyiapkan kursi roda putrinya.
Begitu turun, udara segar musim gugur langsung menyapa wajah Marsha. Ia menarik napas dalam-dalam, merasakan kebebasan yang sudah lama tidak ia rasakan. Tidak ada derap langkah panik tenaga medis, tidak ada bau obat-obatan tajam—hanya aroma tanah basah dan dedaunan kering.
Shafira segera merangkul pundak putrinya membimbing masuk, sementara Erlan mendorong kursi roda dari belakang.
"Kamar tidurmu sudah dipindah ke lantai bawah selama kakimu belum pulih," jelas Shafira saat mereka memasuki ruang tamu yang luas dan terang. "Jadi kamu tidak perlu repot naik turun tangga."
Marsha tertegun sejenak. Kamar tamu utama di lantai bawah telah disulap menjadi kamar bernuansa h…
Anak Terbuang Milik CEO Arogan
Bab 122
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 134 Episodes
Comments