Erlan menatap jam dinding sekilas, lalu tersenyum tipis. “Sudah, istirahat. Ini sudah hampir jam tiga pagi. Daddy juga mau tidur.”
Marsha ikut melirik jam, lalu mengangkat alis ringan. “Eumm… iya juga. Daddy sendiri baru pulang, kenapa masih sempat baca buku?”
Erlan mengangkat buku di tangannya sedikit. “Ini bukunya Mommy,” jawabnya santai. “Tadi sore Daddy dapat pasien yang mencoba bunuh diri… menusuk jantungnya sendiri.” Ia menghela napas pelan. “Jadi Daddy coba baca lagi beberapa referensi psikologi.”
Marsha langsung menoleh penuh minat. “Wow… itu kedengarannya serius. Sekarang bagaimana keadaannya?”
“Selamat,” jawab Erlan, lalu menambahkan dengan nada lebih dalam, “tapi sepertinya dia mengalami tekanan yang cukup berat sampai memilih cara se-ekstrem itu. Daddy hanya ingin lebih memahami… supaya tidak salah bicara saat menghadapi pasien seperti itu.”
Marsha tersenyum tipis, lalu terkekeh. “Padahal Daddy selalu soft spoken. Mana pernah ngomong keras… beda sama aku yang gampang emosi.”
Erlan ikut tertawa pelan. “Kamu persis seperti Mommy,” ujarnya hangat. “Cepat bereaksi, emosinya terasa jelas.”
Marsha hanya mengedikkan bahu kecil, masih dengan sisa senyum.
Erlan kemudian berdiri, menepuk lembut pundaknya. “Sudah, sekarang benar-benar istirahat. Jangan dipikirkan lagi malam ini.”
Marsha mengangguk pelan. “Iya, Daddy.” Untuk sesaat, suasana kembali terasa ringan, namun dibalik itu, masing-masing tetap membawa pikirannya sendiri, hal-hal yang belum selesai, dan jawaban yang belum ditemukan.
Erlan terdiam sejenak, menatap punggung Marsha yang perlahan menghilang di balik pintu kamarnya. Dua puluh tahun ia merawat gadis itu, dari anak kecil yang rapuh hingga menjadi sosok yang berdiri tegak dengan kekuatannya sendiri.
Senyum tipis terlukis di wajahnya, namun sorot matanya menyimpan banyak hal. “Dia sudah benar-benar dewasa…” gumamnya pelan. “Sifatnya makin mirip Syafira waktu muda keras di luar, tapi hatinya tetap lembut.”
Ia menghela napas panjang, lalu menyandarkan p…
Anak Terbuang Milik CEO Arogan
Bab 37...
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 134 Episodes
Comments