Andreas mengangguk ringan, senyumnya tidak hilang. “Boleh… kapan-kapan Papah ajarkan cara buat dimsum yang enak dan juicy.”
“Sama gyoza, Pah,” sahut Marsha cepat, nada suaranya terdengar lebih hidup dari sebelumnya.
“Iya, iya nanti kita buat bareng,” balas Andreas, kali ini terdengar lebih santai, hampir seperti janji yang sederhana namun berarti.
Marsha tersenyum kecil, menatap piringnya sejenak sebelum kembali berbicara. “Dulu aku sering lihat Mommy bikin, tapi nggak pernah benar-benar belajar. Selalu cuma bantu potong-potong saja.”
Andreas memperhatikannya, ada perubahan halus di wajahnya antara terkejut dan tersentuh. “Berarti kamu sudah punya dasar,” ujarnya pelan. “Tinggal prakteknya saja mudah sekali.”
“Semoga saja nggak gagal total,” jawab Marsha ringan.
“Kalau gagal pun tidak apa-apa,” timpal Andreas cepat. “Papah yang makan.” ucapan itu terdengar sederhana, tapi cukup membuat Marsha tertawa kecil.
“Kasihan Papah nanti,” balasnya.
“Tidak,” Andreas menggeleng pelan, “yang penting kamu yang buat.” untuk sesaat, percakapan itu terhenti, namun tidak lagi canggung. Ada jeda yang terasa hangat, bukan kosong.
Andreas kemudian mengambilkan lagi lauk ke piring Marsha tanpa banyak bicara, gerakan itu natural, seolah sudah terbiasa, meski kenyataannya, momen seperti itu baru saja mulai terbangun kembali. “Kerjaan kamu… berat? Tapi kamu nggak boleh telat makan” tanyanya kemudian, nada suaranya lebih hati-hati.
Marsha mengangguk kecil. “Lumayan. Tapi aku itu resiko.”
Andreas menatapnya sejenak, lalu berkata pelan, “Kalau capek tidak perlu dipaksakan.”
Marsha tidak langsung menjawab. Ia hanya tersenyum tipis, lalu mengangguk. “Tenang saja, Pah. Aku tahu batasku meskipun itu terdengar sulit, karena ketika masuk ke ruang operasi kita harus menunggu giliran itu hanya berlaku untuk kasus besar,"
Andreas mengangguk kembali, kali ini lebih dalam, tidak ada kata-kata berlebihan. Namun dari cara mereka berbicara, dari hal-hal kecil yang dibagikan terlihat jelas sesuatu yang perl…
Anak Terbuang Milik CEO Arogan
Bab 51
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 134 Episodes
Comments