Marsha menghela nafas panjang. Ia mengenali suara itu. Archio Halvard. Ternyata, pria arogan di atas brankar ini bukan orang sembarangan. Archio melangkah masuk dengan setelan jas yang masih rapi, namun wajahnya tampak tegang. Begitu matanya menangkap sosok pria yang sedang ditangani Marsha, langkahnya melambat.
"Liam?" panggil Archio.
Pria di atas brankar itu menoleh. "Archio? Sialan, kau melihatku dalam kondisi sekacau ini."
Archio tidak langsung menjawab Liam. Matanya justru tertuju pada Marsha yang sedang melepas sarung tangan lateksnya dengan tenang. "Marsha? Jadi kau yang menanganinya?" tanya Archio, nada suaranya berubah drastis dari tegang menjadi penuh rasa lega, bahkan terselip sedikit rasa bangga.
Marsha menatap kakaknya dengan tatapan datar. "Dia temanmu, Kak? Lain kali ajari temanmu cara bersikap di rumah sakit, dia hampir saja saya usir karena menghalangi pekerjaan saya."
Liam, pria arogan itu, terbelalak. "Kakak? Archio, kau... kau punya adik seorang dokter?"
Archio berjalan mendekat, mengabaikan tatapan kaget Liam. Ia berdiri di samping Marsha dan tanpa ragu merangkul bahu adiknya sebuah tindakan yang membuat Marsha sedikit risih namun tidak menolaknya.
"Bukan sekedar dokter, Liam. Dia Marsha Halvard. Dan jika dia bilang akan mengusirmu, dia benar-benar akan melakukannya. Ayahku bahkan tidak berani membantahnya jika dia sudah memakai jas putih ini," ucap Archio dengan senyum sinis yang ditujukan pada temannya.
Liam terdiam seribu bahasa, rasa malu kini jauh lebih menyakitkan daripada luka di kepalanya. Ia baru saja membentak putri dari keluarga Halvard, keluarga yang menjadi mitra bisnis utamanya. "Marsha, dia adalah salah satu direktur di mitra perusahaan kita. Tapi abaikan saja statusnya," ucap Archio santai, lalu beralih menatap Marsha dengan lembut. "Daddy Erlan meneleponku, katanya kau akan pulang malam ini. Aku hanya ingin memastikan kau punya pengawalan yang cukup saat keluar dari sini."
Marsha melepas rangkulan Archio perlahan. "Aku tidak but…
Anak Terbuang Milik CEO Arogan
Bab 23 - singa yang di jinakkan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 134 Episodes
Comments