Ahmad keluar dari ruangan petinggi instansi Ziyad. Ia melihat Ziyad yang sedang menatap ke arahnya. Dengan langkah tegap khas seorang jenderal, Ahmad menghampiri sang putra yang sedang berdiri dengan beberapa rekannya.
Ziyad dan yang lain mengangguk hormat pada Ahmad. Tapi saat melintas di depan Ziyad, Ahmad menepuk bahu Ziyad. Sontak hal itu menjadi perhatian rekan-rekan Ziyad yang juga ada di sana.
Lalu di belakang Ahmad, anak buah Ahmad pun mengangguk menyapa Ziyad yang lagi-lagi menarik perhatian rekannya kecuali Amar dan Vino tentunya.
Saat akan membubarkan diri, pengawal 'babe' keluar dari ruangan khusus itu. Dia mendekati Ziyad dan berbisik singkat.
Ziyad menegakan badannya lalu ikut di belakang pengawal sang petinggi utama. Vino dan Amar saling berpandangan untuk menebak-nebak apa yang terjadi hingga Ziyad di panggil ke ruangan 'babe'.
Meninggalkan kebingungan yang tak ada jawaban, Amar dan Vino kembali ke ruangan mereka.
Sedang Ziyad....
Ternyata sang petinggi sudah mendengar apa yang menjadi masalah Ziyad. Sebenarnya secara pribadi, ia sangat kecewa pada Ziyad yang selama ini ia kenal sebagai anak buahnya yang teladan.
Apalagi secara personal, 'babe' juga mengenal dekat dengan Ahmad meski tak satu pekerjaan.
Ziyad menunduk saat menerima wejangan dari pimpinannya tersebut. Dia cukup tegang karena 'babe' berbicara dengan serius dan tegas seperti biasanya. Untung hanya ada Ziyad dan 'babe'. Jadi setidak, cukup 'babe' yang tahu aibnya saat ini.
"Jujur saya kecewa dan sama sekali tak menyangka Zi!"
Ziyad menunduk dalam.
"Apa saya akan di berhentikan secara tidak hormat?", tanya Ziyad dengan takut. Pimpinannya itu tak langsung menjawab melainkan menatap Ziyad dengan tatapan mata tajamnya.
.
.
.
"Mama, kapan Riang sekolah lagi?", tanya gadis kecil itu. Citra lupa, sejak kejadian pahit waktu itu ia benar-benar melupakan bahwa Riang adalah murid di salah satu taman kanak-kanak.
"Eum...nanti mama cari sekolah yang dekat dari sini ya sayang!", jawab Citra mengusap ke…
Riang (Sadar Diri)
Bab 26
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 226 Episodes
Comments
andi hastutty
heem enak yah dapat perawan dan sekarang harus menahannya
2024-01-23
0
bung@ter@t@i
hemm selamet nahan sesuatu ya pak , inget blom halal dan halal harus puasa y hihihi
2024-01-15
0
🌺zahro🌺
aduhhhh źiyad emang emang ya dia
2023-12-15
0