Citra memandangi ponselnya sejak naik mobil mereka yang siap kembali ke rumah. Dia memandangi foto Riang dan Syam yang terlihat natural berekspresi.
"Mama kenapa senyum-senyum seperti itu?", tanya Ziyad pada istrinya. Citra tersenyum lalu menoleh pada Ziyad.
Dia menunjukkan sekilas foto yang ia tangkap di kameranya tadi.
"Siapa?", tanya Ziyad.
"Riang sama temannya", jawab Citra. Ziyad hanya mengangguk pelan.
"Apa sih ma?", tanya Riang yang duduk di bangku belakang.
"Ini!", Citra menyerahkan ponselnya pada Riang. Gadis kecil itu menarik sudut bibirnya ke atas.
"Bagus kan hasil foto mama?", tanya Citra bangga.
"Ehem?! Bagus sih ma, tapi kan memang tergantung objeknya!", sahut Riang tanpa beban.
Citra memanyunkan bibirnya dan Ziyad justru menahan tawanya yang sebenarnya siap meledak. Dia benar-benar tak pernah menyangka jika anak dan istrinya bisa bahagia dengan cara sederhana seperti ini.
"Sudah-sudah! Objek nya menarik dan fotografernya juga pintar! Dah lah!", Ziyad menengahi.
Dan setelah itu Citra dan Riang justru tertawa bersama. Ziyad merasa takjub dengan tawa mereka berdua. Keduanya menunjukkan betapa bahagianya hari ini.
"Kamu kirim saja fotonya ke Syam!", kata Citra. Riang mendongak.
"Ngga punya nomornya Ma!", jawab Riang.
"Kalian kan berteman dekat, masa ngga punya nomor ponselnya?", tanya Citra. Riang menggeleng.
"Simpan aja di hape mama, nanti di print aja ya Pa!", kata Riang mendekati bahu Ziyad yang ada di balik kemudi.
"Siap tuan putrinya Papa!", kata Ziyad.
Senyum Riang selalu merekah sepanjang jalan. Dia teringat ucapan Zea yang katanya adik Syam.
Ocehan dan tuduhan yang mengatakan bahwa Riang pacar Syam terngiang-ngiang di telinganya.
"Wah... gantian anak papa yang senyum terus nih! Kering gigi nya ntar lho!"
Riang merubah ekspresi wajahnya mendengar sindiran papanya. Tapi setelah itu ia tak menggubris dan memilih memejamkan matanya. Masih ada kurang lebih satu setengah jam lagi untuk tiba di rumahnya.
.
.
.
"Nanti foto kamu sama Syam di anterin sama o…
Riang (Sadar Diri)
Bab 43
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 226 Episodes
Comments
andi hastutty
ibu2 pembawa petaka suaminya yg salah malah menyalahkan korban
2024-01-24
0
bung@ter@t@i
cinta monyet yang mengharukan
2024-01-15
0
🌺zahro🌺
pepishan yg amat sedih bagi syam,tidak ada kabar tiba tiba rinag menghilang
2023-12-16
0