"Syam!", Riang memaksakan diri untuk mendongakkan kepalanya menatap Syam yang juga sedang menatapnya.
"Beri tahu aku!", pinta Syam lirih.
"Maaf, aku harus menyelesaikan semua pesanan yang masuk! Tolong, aku tidak ingin pelanggan ku kecewa!", kata Riang yang berbalik badan memunggungi Syam yang masih berdiri mematung.
"Apa pelanggan mu lebih istimewa dari ku Riang? Kamu takut mereka kecewa ,tapi kamu membiarkan aku terus kecewa!", sindir Syam.
Riang memejamkan matanya beberapa saat lalu kembali menyusun bunga yang sudah ia pangkas sesuai ukuran tadi.
"Aku pernah berusaha mencari tahu dari papa kamu. Tapi papa mu hanya menjawab kamu berada di tempat yang seharusnya. Sebenarnya ada apa Ri?", Syam kini berdiri di sampingnya.
"Aku pindah ke kota lain dan tinggal di pondok pesantren!", jawab Riang jujur. Tapi apa mungkin dia akan menjelaskan alasannya kenapa bisa sampai di sana???
"Kalau kamu memang pindah ke pondok pesantren, kenapa harus menjauh dari ku? Apa hal sulit buat kamu untuk sekedar berpamitan pada ku? Iya?", tanya Syam.
"Cukup Syam!", Riang tak sanggup mengatakan kebenaran yang pahit itu pada Syam.
"Aku pernah mendengar obrolan orang yang mengatakan bahwa...kamu dan mama kamu di datangi istri sah papa mu saat itu!", kata Syam. Riang langsung menoleh tajam dengan Syam yang masih terus memandangi Riang.
"Tapi aku memastikan sendiri bahwa itu tidak mungkin! Aku bertemu papa mu dengan seorang perempuan yang aku tahu itu istrinya, dia sedang hamil kala itu. Dan aku bisa melihat jika perempuan itu bersikap sangat lembut. Dia pun menyebut nama mu tanpa beban. Jadi tidak mungkin dia akan melakukan hal kasar pada mu!", kata Syam.
"Bunda memang perempuan yang baik!", kata Riang sambil terus melakukan kegiatannya.
Syam menatap intens gadis cantik yang sudah mengusik hatinya sejak ia menginjak usia remaja itu. Wajah dan tinggi badannya tak berbeda jauh. Dia masih terlihat imut bahkan di usianya yang di atas dua puluh tahunan.
"Ini, sudah selesai!", Riang menyerahkan buket…
Riang (Sadar Diri)
Bab 57
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 226 Episodes
Comments
Nurgusnawati Nunung
shakiel adik yang pengertian.
2024-01-28
1
andi hastutty
syakil jail sekali 😜🤭🤣🤣
2024-01-24
0
bung@ter@t@i
untung shakiel kepo 😅jadi kebuka deh alasannya
2024-01-16
0