Dering ponsel Deni menyadarkan pemiliknya yang tengah memandang haru sang istri. Lelaki itu pun mengangkat panggilan tersebut yang tak lain dari Syam, kakak iparnya sendiri.
Ternyata Syam ingin membuat kerja sama antara Deni dan Syam.
Sebagai sahabat, Syam ingin agar Deni juga bisa mandiri tidak bergantung dari bisnis mertuanya yang tak lain papa Syam sendiri.
Karena mau sebesar apa pun perusahaan mertua, pasti akan lebih memuaskan jika milik sendiri meski tak besar.
Dan Syam punya beberapa ide untuk Deni, selain kerja sama Syam tahu jika Deni punya keahlian lainnya.
[Ya udah, nanti sore aku ke rumah bang Lingga]
Deni menutup telponnya dan saat ia memasukkan ponsel ke saku kemejanya, Zea sudah berada di belakang Deni.
"Astaghfirullah!", pekik Deni yang terkejut istrinya ada di belakangnya.
"Hehehe...telpon dari siapa?", tanya Zea.
"Syam! Ada urusan kerjaan yang mau di bahas. Nanti ke rumah Abang ya!", ajak Deni. Zea mengangguk pelan.
"Udah sarapan belom?", tanya Zea.
"Udah tadi di kamar."
Zea menggandeng tangan suaminya menghampiri para orang tua.
"Habis ini mama papa dan Opa pulang ke Jakarta", kata Zea.
Deni mengangguk tipis dan setelah itu ia bergabung dengan mertuanya.
🍃🍃🍃🍃🍃
"Enak lho masakan kamu Ri...!", puji Sekar pada menantu perempuannya.
"Alhamdulillah kalo menurut ibu enak mah...heheh!", kata Riang.
Ketiganya menunggu Lingga dan Syam untuk makan bersama. Sedang Abah yang mengantar anak-anak ke asrama kemungkinan akan pulang malam.
Lingga dan Syam pun bergabung setelah ketiga perempuan cantik itu menunggu beberapa menit lamanya.
Mereka hanya mengobrol sesekali karena tak baik bukan makan sambil bicara.
Dan setelah semua selesai, mereka kembali ke kamar masing-masing termasuk Sekar yang pulang ke rumahnya di sebelah. Dia jadi kesepian karena tidak ada Galih dan Ghalia juga suaminya.
Di kamar Syam, Riang mulai berkemas untuk persiapan pulang ke Jakarta nanti malam.
"Yang...!"
"Heum?", gumam Riang. Syam memeluk istrinya dari belakang.
"Kamu yakin mau kembali…
Riang (Sadar Diri)
Bab 211
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 226 Episodes
Comments
andi hastutty
hahahha zea memang top tidak ada duanya 🤣🤣🤣
2024-04-01
0
Nurgusnawati Nunung
lanjut... Deni sama Zea selalu bikin tertawa..
2024-03-29
0
dewi rofiqoh
Lanjuut
2024-03-28
0