"Mas, aku tadi sekretaris papa telpon katanya ada kerjaan penting dan butuh tanda tangan kamu, jadi aku minta dia antar ke sini aja, ngga apa-apa kan mas?", tanya Riang pada suaminya yang duduk bersandar di ranjangnya.
"Ya Yang!", kata Syam. Lelaki itu benar-benar berbeda. Semalam usai makan rujak ia terlihat segar dan bahkan meminta hak nya dengan begitu semangat. Tapi menjelang subuh, perutnya kembali di serang rasa tidak nyaman dan berakhir muntah di kamar mandi.
"Masih mual ngga mas? Mau aku buatkan makan apa?", tanya Riang.
"Masih Yang. Kayaknya enek banget bawah dada ini. Mulutnya juga ngga enak! Kayaknya kalo di cium sembuh deh Yang", kata Syam.
Riang melotot dan memukul pelan lengan suaminya.
"Ngadi-ngadi!", kata Riang yang di sambut kekehan kecil dari Syam.
Telpon di nakas Syam berdering, tanda pak satpam menghubungi.
"Sebentar mas!", Riang mengangkat panggilannya beberapa saat.
Syam memperhatikan Riang yang menjawab telepon dari satpam tersebut lalu setelahnya, Riang mengambil uang di laci nakas.
"Kenapa Yang?"
"Itu ada bang Ojol yang anterin obat. Aku juga minta tolong di beliin bubur. Kalo mas ngga mau bubur, nanti aku masakin yang lain."
"Oh...!", hanya itu yang keluar dari mulut Syam. Baru saja Riang keluar kamar, perut Syam kembali bergejolak.
Dengan buru-buru lelaki tampan itu melangkahkan kakinya ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya yang hanya berisi cairan karena ia belum makan apapun.
Riang menghampiri bang Ojol yang mengantar pesanannya. Tak lupa ia memberikan tips lebih pada Ojol tersebut.
Setelah semua pesanan di tangan, Riang memisahkan obat dengan alat tes kehamilan. Ia tak mau suaminya berpikir berlebihan. Iya kalau hamil, kalau tidak? Apa tidak akan semakin membuatnya semakin pusing dan mual?
Riang menyimpan alat tes kehamilan itu di kamar mandi lantai bawah. Ia akan memakainya nanti setelah mengurus suaminya. Kebetulan ia belum makan apapun sejak bangun tidur.
Setelah menyiapkan bubur juga air putih hangat untuk Syam, perempuan it…
Riang (Sadar Diri)
Bab 177
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 226 Episodes
Comments
andi hastutty
smoga hamil dan pembaca bisa ikutan hamil hahahhaha
2024-03-31
0
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
bahagia lah, kalo gak bahagia tak doain mak othornya yg hamil...🤣🤣🤣🤣
2024-02-28
1
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
ini syam kan mak,,, syam gak kepentok durian kan....🤣🤣🤣
2024-02-28
1