Syam baru saja selesai dengan ritual pagi nya. Sholat subuh dan olahraga ringan di sekitaran komplek perumahannya. Lelaki tampan itu mengalungkan handuk kecil di lehernya, tak lupa botol minuman yang ada di genggamannya.
Ia mengitari komplek perumahan tersebut sejak matahari belum terlihat sama sekali hingga jam setengah tujuh terlihat di pergelangan tangannya. Karena tak memasak apa pun, Syam pun memutuskan untuk membeli sarapan bubur untuk dirinya juga satpamnya yang bergiliran jaga pagi ini.
Wajah tampan dan cool dari seorang Syam sangat menarik dan sangat mempesona. Wajah bersih dan postur tubuhnya yang ideal. Kaos hitam yang cukup ketat menampakkan tubuhnya yang kencang berotot meskipun tidak sixpack seperti para olahragawan.
"Terimakasih pak, ambil saja kembali nya!", kata Syam pada penjual bubur tersebut. Tukang bubur itu sudah cukup paham dengan sikap Syam karena memang ia selalu begitu setiap membeli bubur di sana.
"Terimakasih nak. Semoga Allah senantiasa memberikan kelapangan rejeki buat kamu, nak!", kata penjual bubur ayam itu.
"Aamiin. Doakan juga ya pak, semoga urusan saya di lancarkan dan berjalan dengan baik. Insyaallah saya akan mengkhitbah seorang gadis dan segera menikah!", kata Syam.
"Masyaallah, aamiin. Selamat ya, nak. Nak Syam orang baik, insyaallah Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya buat nak Syam."
"Aamiin, terimakasih sekali lagi ya pak!", pamit Syam yang pergi meninggalkan gerobak bubur tersebut.
Sesampainya di rumah, Syam memberi bungkusan bubur ayam itu untuk salah satu satpamnya.
"Terimakasih, Den!"
"Sama-sama mang!", sahut Syam lalu segera masuk ke dalam rumah untuk sarapan dan bersiap ke kantor.
Tak butuh waktu lama lelaki tampan itu menyelesaikan urusannya hingga waktu untuk berangkat ke kantor tiba. Tapi saat dirinya baru memasuki mobil, ponsel yang ada di saku kemeja slim fit berwarna putih tulang itu berdering.
"Ibu???", monolog Syam. Ia pun segera mengangkat panggilan suara dari sang ibu.
[Assalamualaikum, Bu?]
[Walaikumsalam…
Riang (Sadar Diri)
Bab 85
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 226 Episodes
Comments
andi hastutty
ih maunya kasi jera i2 Syifa orang tidak tau apa2 malah mau diganggu
2024-01-25
0
zha syalfa
Selamat menikmati teteh... di belahan kota lain ada orang2 yang ingin seperti teteh.. sibuk dengan aktivitas rumah dan anak2
😊
2024-01-14
1
Husnul Cute
suami lembek... dibentak istri kok dibiarin trus ngalah lagi
2023-12-28
0