Matahari pagi sudah menyingsing sempurna. Syam sudah tiba di kota Bandung dimana butik milik rekan mama tirinya akan segera di buka. Acaranya memang masih nanti sore, tapi Syam lebih dulu datang untuk memastikan sesuatu yang sudah mengusik pikirannya sejak semalam.
Karena tak sempat sarapan sebelum berangkat tadi, perut Syam protes minta di isi. Dia membelokkan kendaraannya ke deretan ruko. Syam mencari tempat parkir yang aman.
Usai memarkirkan kendaraannya, mata Syam mencari tempat untuk makan. Syam bukan tipe pemilih dalam urusan makanan. Yang penting tempatnya bersih syukur-syukur makanannya enak. Soal harga, Syam juga tak terlalu memikirkan harus memakan masakan yang mahal. Sejauh ini, masakan ibu dan kakaknya tetap yang paling enak.
Kaki jenjang Syam melangkah memasuki sebuah rumah makan yang cukup ramai. Rumah makan dengan menu Nusantara menjadi pilihan Syam. Karena sistemnya prasmanan, dia pun mengambil sendiri semua menu yang dia inginkan.
Dengan perlahan ia menikmati sarapan menjelang siang itu. Samar-samar ia mendengar percakapan seorang remaja yang tak jauh dari dia duduk.
[Pokoknya aku mau sama mama dan mba Riang aja di sini! Aku janji ngga akan bikin ulah dan ngerepotin mereka Pa]
Syam menghentikan kunyahannya lalu menoleh pada sosok remaja yang sedang mengobrol dengan ponselnya tersebut.
[Iya, aku janji ngga akan iseng sama mba Riang! Papa ngga percaya banget sih!]
[Heum! Iya Pa ....! Walaikumsalam]
Remaja itu yang tak lain Shakiel meletakkan kembali ponselnya ke dalam saku jaketnya. Syam tak lagi menghiraukan ucapan bocah tadi. Toh nama Riang di dunia ini banyak bukan!!??
Shakiel bangkit dari bangkunya menuju ke wastafel dan cuci tangan.
"Teteh, bilang mama ya...Shakiel mau ke tokonya mba Riang!", kata Shakiel pada salah seorang pelayan di sana.
Syam lagi-lagi menghentikan acara makannya dan kembali menoleh ke arah Shakiel.
"Atuh nunggu mamanya dulu den!", kata pelayan itu yang takut di marahi bosnya karena dia sudah di pesanin untuk menjaga Shakiel.
…
Riang (Sadar Diri)
Bab 55
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 226 Episodes
Comments
Nurgusnawati Nunung
akhirnya ketemu juga.
2024-01-28
1
andi hastutty
ah ketemu deh
2024-01-24
0
🌺zahro🌺
dan bunyi jantung mereka jedag jedugjedag jedug
2023-12-16
0