Ziyad keluar dari rumah sakit dan menuju ke tempat yang lumayan jauh dari tempat itu. Tujuannya sekarang adalah bukit yang cukup lumayan dekat dengan kebun bunga milik Riang.
Di sana ada saung yang di gunakan untuk beristirahat. Para pekerja sudah pulang karena hari sudah mulai petang.
Ziyad hanya membawa sebotol air mineral yang cukup besar dan sebungkus roti sobek.
Ia sengaja membawa itu saja untuk sekedar pengganjal perut jika sewaktu-waktu ia merasa lapar.
Tapi sepertinya sudah berapa hari rasa lapar itu hilang karena banyaknya masalah yang ia hadapi.
Suara azan berkumandang dari masjid dan mushalla yang saling bersahutan. Gerimis kecil juga mulai membasahi tanah kebun bunga milik putrinya tersebut.
Suasana semakin syahdu saat Ziyad merapalkan doanya dalam kesunyian.
Kenapa tidak ke masjid atau mushalla saja? Bukankah tempat suci itu juga menenangkan?
Ziyad memilih untuk menyendiri, benar-benar antara ia dan yang maha kuasa.
Rasa-rasanya ia sudah tak bisa lagi mengungkapkan apa yang ia rasakan. Mau bagaimana pun dia membela diri, dia tetap selalu di salahkan.
Titik bening mulai membasahi pipi laki-laki yang biasa bersikap tegas selama bertahun-tahun lamanya.
Tapi lihatlah saat ini? Ia tak lebih dari sekedar seorang banci yang lari dari masalah! Dan hanya mampu mengadukan pada yang maha pencipta.
Ya Allah...belum cukup kah karma yang ku dapatkan atas kesalahan hamba di masa lalu? Rasanya hamba sudah tidak sanggup lagi.
Hamba selalu saja membuat orang-orang yang hamba sayangi menderita. Ampuni aku ya Allah, ampuni hamba mu yang pendosa ini!
Tapi ku mohon ya Allah, berikan kesempatan dan jawaban yang terbaik untuk masalah hamba ini.
Demi engkau, sebenarnya aku tak bisa memilih di antara keduanya. Apa yang harus hamba lakukan untuk memberikan kebahagiaan pada mereka? Citra, Naya, Riang, Shakiel...!
Aku menyayangi kalian!! Haruskah aku benar-benar pergi dari kalian agar kalian bahagia? Dan apakah tanpa aku...kalian akan menemukan kebahagiaan kalian???
Ziyad mencurah…
Riang (Sadar Diri)
Bab 203
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 226 Episodes
Comments
andi hastutty
aduh
2024-04-01
0
bung@ter@t@i
heh lelah bacanya ikut bingung dan nyesek
2024-03-21
0
dewi rofiqoh
Ziyad Naya Citra, sebenarnya saling mencintai dan menyayangi. 🤭 🤭 🤭 🤭
2024-03-21
1