"Jangan pergi!'', pinta Zea dengan suara serak. Deni yang sudah sampai di pintu pun berbalik badan. Kekasihnya masih terlelap dalam tidurnya.
Zea mengigau? Batin Deni.
Lantas, dia pun kembali mendekati kekasihnya tersebut. Meski memejamkan matanya, raut wajah Zea tetap terlihat sedih. Dan mungkin kesedihannya yang teramat dalam hingga membuatnya terbawa ke dalam mimpi.
"Jangan pergi, Den!", ulang Zea tapi masih terpejam. Mau tak mau, Deni pun bersimpuh di samping ranjang Zea. Di usapnya pelipis sang gadis yang begitu licin bak pualam. Wajar, anak orang kaya pasti banyak melakukan perawatan.
"Aku ngga ke mana-mana Ze!'', ujar Deni yang kembali mengusap kepala Zea. Entah reflek atau apa, Zea mengambil jemari besar itu dan di jadikan bantal olehnya. Deni pun membiarkannya sampai akhirnya Deni pun turut terlelap di sana. Zea berbaring di ranjang, Deni duduk di lantai yang dingin.
Cinta memang konyol ya. Deni pulang karena akan mengambil selimut untuk tidur di kantornya. Tapi ternyata dia memilih duduk di lantai yang dingin hanya karena tak tega mengusik tidur kekasihnya.
Malam kian larut, Zea terjaga di sela tidurnya. Ia merasakan telapak tangan kokoh yang hangat di pipinya. Matanya terbuka perlahan, ia pikir ia tengah bermimpi tidur bersama Deni. Tapi ternyata itu hal yang nyata. Zea memandangi laki-laki yang di kenalnya sejak remaja itu. Deni memiliki wajah lokal yang gagah dan maskulin dengan rahang yang tegas dan kulit eksotis. Jika di sejajarkan dengan Zea, kulit mereka terlihat begitu kontras. Ya...ibarat dodol sama ulen gitu...
Zea mengusap halus wajah Deni yang berhadapan dengannya. Bisa terdengar hembusan nafas Deni meski tak di sebut sebagai dengkuran. Merasa ada yang mengusik tidurnya, Deni membuka matanya dan dilihatnya sang pujaan hati tengah menatapnya.
"Tidur!", pinta Deni pelan tanpa merubah posisi tidurnya.
"Maunya di tidurin!", sahut Zea. Keabsurdan Zea tak pilih waktu memang ya?
"Kalo mau ngaco, besok pagi aja sayang! Sekarang masih malam!'', jawab D…
Riang (Sadar Diri)
Bab 136
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 226 Episodes
Comments
andi hastutty
zea mending kamu di cintai setulus deny
2024-03-30
0
falea sezi
lebih baik di cintai lo zea sumpah lo bakal di ratukan
2024-02-21
0
Queen Mehrunnisa
haah..akooh mem visualisasi kan Deni Rupanya seperti Prince Mateen of Brunei 🤭..pas kaaan 😁😁,tampan eksotis khas Ras Melayu Asia Tenggara
2024-01-28
0