Zea tampak cemberut sejak pagi. Mungkin masih mode pms nya. Akan tetapi ink adalah hari terakhir Zea datang bulan.
Bahkan tadi pagi gadis cantik itu sudah mandi wajib dan sholat subuh.
Mak Ocih dan Deni sempat heran dengan sikap Zea yang diam tak seperti biasanya.
"Kamu kenapa neng?", tanya Mak Ocih. Zea hanya menggeleng pelan.
"Nggak kenapa-kenapa Mak!", jawab Zea seperti itu.
Deni yang paham sekali dengan sikap istrinya pun membiarkan gadis itu untuk sementara waktu.
Nanti jika sudah bisa di ajak bicara, baru lah ia mengajak Zea berbicara dari hati ke hati. Zea yang biasa cerewet, kalau diam seperti itu pasti ada sesuatu.
"Mak istirahat lagi di kamar ya!", pamit Mak Ocih pada sepasang suami istri itu.
Deni menatap istrinya yang masih memainkan sarapannya.
"Kamu kenapa sayang?", Deni mengusap kepala Zea pelan. Tapi Zea justru mengelak nya. Sebagai mantan sahabat Zea yang sudah tahu luar dalamnya Zea, Deni berusaha untuk mengalah.
"Kalau aku udah bikin salah sama kamu, aku minta maaf!", kata Deni. Zea langsung menoleh cepat pada suaminya.
Gadis itu langsung bangkit dan berjalan meninggalkan meja makan. Deni pun menyusul Zea yang berjalan ke dapur kotor di rumah belakang yang langsung terhubung dengan bukit.
Zea memilih duduk dan menatap bukit yang tak terlalu tinggi itu dan masih sedikit menyisakan kabut tipis.
Deni ikut duduk di samping istrinya yang entah sedang merajuk karena apa.
"Sayang....!!", Deni mengusap lengan istrinya pelan.
"Kamu diam-diam telpon Diaz, iya?", tanya Zea dengan tatapan tajamnya.
Deni sudah menduga jika sang istri pasti membahas tentang log panggilan di ponselnya. Dan Deni memang tak menghapus riwayat panggilan itu.
Deni mengambil rokok dari sakunya lalu menyalakannya.
"Iya, aku telpon Diaz setelah kamu tidur!", jawab Deni dengan asap yang mengepul di udara yang dingin itu.
"Kamu ngga percaya banget sama aku sih Den!!", Zea mendorong pelan bahu suaminya.
Deni menoleh dan menatap wajah cantik istrinya yang sama sekali belum tersentuh make up…
Riang (Sadar Diri)
Bab 176
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 226 Episodes
Comments
andi hastutty
riang hamil 🤰
2024-03-31
0
dewi rofiqoh
Semoga riang hamil
2024-02-28
1
Mima Wahyudi
assalamualaikum.... mbak riang pasti dong hamil Krn sudah banyak yang mendoakan yang terbaik untuk keluarga kecilnya /Heart/
2024-02-28
1