Syam menemani Riang yang duduk di bangku taman rumah sakit. Sudah biasa kan adegan seperti itu???
"Yang...!", Syam berjongkok di hadapan Riang.
"Mas, aku tahu apa yang papa lakukan adalah hak papa. Memiliki istri lebih dari satu. Mendatangi istri-istrinya. Tapi ...aku hanya minta waktu dan pengertian papa! Tidak bisakah papa mengendalikan hawa nafsunya sebentar saja! Mama ku sedang dalam kondisi yang lemah dan butuh pendamping."
Riang menatap langit yang berwarna biru dengan awan yang bergerak pelan.
Syam meraih kedua tangan istrinya dan mengecupnya pelan.
"Iya, mas tahu. Kamu kecewa karena hal itu!", kata Syam.
"Aku pernah membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memulihkan mental ku. Yang aku tahu ...dalam pikiran ku, papa pasti bisa menjaga mama dengan baik selama aku tidak bersama mama!", Riang menghapus buliran bening di pipinya.
Syam mencoba mendengarkan unek-unek Riang yang mungkin...hanya butuh untuk di dengarkan.
"Sekeluarnya aku dari tempat ku berobat, aku baru tahu kalau papa jarang menemui mama. Terlihat dari barang-barang papa yang hampir tidak ada di rumah mama."
"Bahkan saat aku keluar pun, papa jarang menemui kami karena Bunda hamil El memang kondisinya sangat lemah!"
"Tapi aku dan mama tak pernah protes sama sekali ke papa. Aku sempat merasa iri! Mungkin mama juga begitu, hanya saja mama memilih diam."
Syam memilih duduk di samping Riang. Ia meraih bahu Riang dan mengusap lengannya.
"Apalagi...saat bunda di nyatakan koma usai melahirkan El. Papa sama sekali seolah tak memperdulikan kami. Kami mencoba memahaminya mas!", Riang menenggelamkan wajahnya di dada Syam yang spontan mengusap kepala istrinya.
"Dan aku...aku sangat merasa bersalah di sini. Mama harus seperti ini, hanya karena aku mas!", ucap Riang lirih.
Syam tak tahu harus berkata apa. Kesakitan Riang mungkin melebihi sakit yang pernah Syam rasakan saat dirinya kecil.
Bedanya, Syam berada di lingkungan orang-orang yang menyayanginya.
"Kita cari jalan keluarnya sama-sama sayang. Keputusan kamu…
Riang (Sadar Diri)
Bab 191
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 226 Episodes
Comments
andi hastutty
nyeseknya klo ada poligami
2024-04-01
0
bung@ter@t@i
duh konflik ny berat ,buat ziyad
2024-03-14
0
Queen Mehrunnisa
😁😁kayak kenal kata2 ini, Allah menciptakan hati manusia cuma 1, bukan 2 apalagi 4 😝😝..jadi ya ga mungkin bisa dibagi-bagi
2024-03-11
1