[Mas, aku ijin ke rumah Eyang ya. Tadi eyang telpon katanya kangen sama aku. Dan Tante Shifa juga mau ngadain acara empat bulanan katanya]
Riang mengirim pesan pada suaminya. Sayangnya sampai Riang akan berangkat menggunakan taksi online, Syam belum membaca pesannya.
"Pak, nitip rumah ya. Saya mau ke rumah Eyang!", pamit Riang pada satpam yang ada di depan gerbang.
"Siap nyonya, hati-hati! Mau nunggu taksi di depan?", tanya satpam.
"Iya Pak. Ngga jauh kok!", jawab Riang. Setelah mengucapkan salam, Riang pun berjalan menuju ke depan. Gang perumahannya memang banyak. Jadi sebagai penumpang yang baik, Riang membagikan lokasi yang tepat agar supir taksi tidak bingung.
Setelah menunggu beberapa menit, taksi yang di pesan pun datang.
Riang masih memegang ponselnya. Ia berharap suaminya akan membaca atau membalas pesannya. Sayangnya hingga detik itu, Syam belum membuka pesan di aplikasi hijaunya.
Supir taksi memperhatikan Riang dari spion. Lelaki berusia empat puluhan itu sesekali mencuri pandang penumpang cantik di belakangnya.
Menyadari dirinya di perhatikan, Riang mulai waspada. Beruntung papanya sudah memberikan senjata ampuh di tas nya.
Apa itu???
Sebotol kecil cairan cabai yang mirip dengan parfum mini. Takut salah pakai, Ziyad mewanti-wanti putrinya agar membedakan mana parfum dan mana senjata pelindungnya.
Pemikiran papanya memang out of the box di banding Riang. Tapi, sebagai anak yang baik Riang pun selalu membawa benda itu untuk jaga-jaga. Apalagi jika dia bepergian sendirian seperti sekarang.
Supir itu berdehem. Mungkin dia hanya sekedar kagum menatap wanita cantik dan anggun yang jadi penumpangnya.
Tapi yang di tatap merasa tidak nyaman sama sekali!
Ponsel Riang berdering, ternyata Eyangnya yang menghubunginya.
[Assalamualaikum, Eyang!]
[Walaikumsalam, di mana nak?]
[Masih di taksi Eyang]
[Di jalan mana? Biar anak buah Eyang jemput]
Riang mencari tahu jalan yang sedang ia lalui dengan taksi tersebut. Dan setelah itu ia memberi tahu Eyangnya.
[Taksi apa yang ka…
Riang (Sadar Diri)
Bab 165
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 226 Episodes
Comments
andi hastutty
syukurlah riang selamat
2024-03-31
0
bung@ter@t@i
aku saking sibuknya baca bab in smpe 2 hari, hihihi epek maag kambuy
2024-02-23
0
🌷💚SITI.R💚🌷
ya Allah..Alhamdulillah riang selamat..jangan smpe tuh sopir tapi penjahat yg dulu jg
2024-02-21
0