Syam mohon ijin untuk keluar lebih dulu setelah meeting itu selesai. Dengan langkah terburu-buru ia memasuki ruangannya. Di raihnya benda pipih yang selama ini tak pernah jauh darinya. Tapi kali ini, karena ia teledor tak mengisi daya ponselnya hingga kehabisan daya dan berakhir ia tinggal di ruangannya cukup lama.
Jantung Syam berdetak hebat saat melihat misscalled berkali-kali dari istrinya. Lalu ia membaca chat dari istri nya yang meminta ijin ke rumah Eyangnya. Lalu setelah itu pesan yang mengatakan bahwa Riang ketakutan di dalam sebuah taksi online yang ternyata bukan supir yang sebenarnya semakin membuat Syam kalap.
Syam langsung menghubungi nomor Riang. Sayangnya, ponsel istrinya tak bisa di hubungi sama sekali.
"Ya Allah sayang, kenapa ponsel kamu ngga aktif!!!", Syam bangkit dari duduknya dan beranjak keluar dari ruangannya.
Baru sampai di depan pintu ia berpapasan dengan Glen.
"Ada apa Syam, kenapa panik begitu?", tanya Glen melihat kecemasan di wajah Syam.
"Riang, Pa!", kata Syam dengan wajah panik dan khawatir juga mungkin emosi.
"Riang kenapa?", Glen memaksa ingin tahu. Syam menunjukkan chat Riang. Juga beberapa panggilan dari sang istri yang berkali-kali.
"Aku ngga bisa hubungi Riang, Pa! Astaghfirullah! Aku ngga akan maafin diri aku sendiri kalau terjadi sesuatu dengan Riang!", Syam menggeleng cepat.
"Sabar, Syam! Kita cari tahu Riang di mana. Mungkin dia sudah tiba di rumah Eyangnya."
Syam mengangguk lalu Glen sendiri yang menghubungi Ahmad.
[Hallo, Om Ahmad?]
[Iya Glen?]
[Maaf, apa Riang sudah tiba di rumah Om Ahmad? Syam panik sekali saat Riang tak bisa di hubungi...]
Terdengar helaan nafas dari Ahmad.
[Iya, Riang ada di sini. Tapi ...]
[Tapi apa Pak?]
Glen penasaran dengan kondisi menantunya. Apalagi Syam yang semakin panik. Andai ia tak menikah kesopanan, ia pasti merebut ponsel papanya untuk berbicara dengan Eyangnya Riang.
[Dia ada di kamar di temani eyang putrinya. Mungkin... Riang sedikit syok]
Hubungan itu berakhir, Glen dan Syam langsung me…
Riang (Sadar Diri)
Bab 166
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 226 Episodes
Comments
andi hastutty
bagus zea
2024-03-31
0
bung@ter@t@i
gak tau itu petugas yg di hadepin horang kaya ,kaget kan
2024-02-24
0
🌷💚SITI.R💚🌷
smg mak ochih selamat tdk knp² ya...bagus zea smg penanggung jawab klinik itu kapok beli aja klinik.wah pasti lingga ga terima nih klu operasional klinik kaya gitu..
2024-02-21
0