Petugas administrasi tadi masih terpaku dengan kartu yang ada di hadapannya. Kartu berwarna hitam yang mungkin baru ia lihat pertama kalinya di kampung selama ini.
Atasannya juga sedikit terkejut, hanya saja wajahnya tak terlalu kentara menunjukkan hal itu.
Dan beberapa pasien serta orang yang ada di ruang tunggu itu menatap Zea. Ada yang menatap kagum, ada pula yang berpikiran jika Zea terlalu sombong.
"Udah cepetan bayar! Gue mau nenek gue di tangani sebaik mungkin!", kata Zea ketus. Atasan dari petugas administrasi itu pun memberikan kode agar segera di urus.
Selang beberapa saat kemudian, Deni datang dan langsung menghampiri istrinya.
"Gimana keadaan Mak, Ze?", tanya Deni panik.
"Baru di tangani!", jawab Zea dengan suara bergetar dan masih menatap kesal pada para oknum yang sudah mengusik jiwa sombongnya.
Deni mengusap lengan istrinya yang tak tertutup karena ia memakai daster lengan pendek.
"Kamu luka sayang?", Deni memeriksa tubuh istrinya itu.
"Kamu tahu ngga, siapa ketua yayasan yang bertanggung jawab atas klinik ini Den!?", tanya Zea masih menatap kesal pada dua orang yang tadi memantik emosinya.
"Memang kenapa sayang?''
"Jawab!", pinta Zea. Deni sedikit tersentak.
"Tuan Arya dan Bang Lingga yang membuatnya untuk warga sekitar yang membutuhkan Ze."
"Om Arya? Abang?", Zea membeo. Petugas tadi tertegun mendengar nama pemilik sebenarnya klinik ini di sebut. Apalagi panggilan yang Zea ucapkan agak beda.
"Iya, tapi ketua yayasannya jelas bukan Tuan Arya atau bang Lingga. Ada lah orang kepercayaannya juga!", jawab Deni.
Tak lama kemudian, ruang IGD tadi terbuka. Terlihat Mak Ocih yang sudah sadarkan diri tapi tubuhnya masih lemas.
"Mak ...!", Zea menghampiri nenek sepuh itu.
"Neng...!", panggil Mak Ocih lirih.
"Maafin Zea ya Mak. Gara-gara Zea larang Mak ke kebun bang Lingga, malah bikin Mak kepeleset. Maaf ya makkk!", kata Zea lagi.
Mak Ocih tersenyum tipis.
"Mak ngga apa-apa neng. Bukan salah neng! Ini mah murni kecelakaan, ngga sengaja?!", kata Mak Ocih.
Deni…
Riang (Sadar Diri)
Bab 167
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 226 Episodes
Comments
andi hastutty
ziyad takut anaknya kembali kambuh dan bukan sepenuhnya salah syam
2024-03-31
0
🌷💚SITI.R💚🌷
trauma ziyad msh sangat besar mengingat riang di masa lalu..ayo semangat syam..
2024-02-21
0
🌷💚SITI.R💚🌷
bagus zea jangan biarkan oknum ga tau diri sok berkuasa dan ada penglihatan.. zea di lawan..
2024-02-21
0