Di sebuah gazebo....
Diaz dan Angel duduk di masing-masing ujung tempat duduk di gazebo itu. Jarak yang membentang di antara keduanya cukup meyakinkan jika keduanya tak saling bersentuhan.
Sudah lima menit berlalu, tapi Diaz dan Angel sama sekali belum berbicara.
Hanya gerakan daun yang tertiup angin menemaninya dua orang yang berbeda jenis kelamin itu. Setelah mengumpulkan segala keberanian, Angel buka suara.
"Terimakasih!", ujar Angel. Diaz menatap gadis cantik itu yang menundukkan kepalanya dan memandangi tangannya sendiri di atas pangkuannya.
"Untuk?", tanya Diaz sambil menautkan kedua alisnya.
"Kita tak perlu melanjutkan hubungan toxic yang nantinya hanya akan membebani kita."
Meski setuju dan sependapat dengan ucapan Angel, lelaki itu tak mengiyakannya dengan anggukan.
"A' Farhan laki-laki yang baik. Aku sudah mengenalnya sejak kecil. Ilmu agamanya juga jauh di atas ku. Dan aku yakin, kelak dia akan bisa membahagiakan mu. Tentunya juga...bisa membuat mu jatuh cinta padanya seiring berjalannya waktu."
Angel tak menanggapi. Gadis itu masih merasa dirinya sama seperti gadis lainnya. Hijab lebarnya tak menjamin jika dirinya pernah jatuh cinta pada lelaki yang sama sekali tak melihat keberadaannya.
Dan sekarang, saat ia mengetahui bahwa ada sosok laki-laki yang mengagumi nya dalam diam...Angel merasa bingung sendiri.
Diaz menatap Angel yang terdiam.
"Aku minta maaf jika...aku sudah membuat semuanya menjadi sulit, terutama untuk kamu yang terpakai menerima perjodohan ini. Andai aku tak bertingkah banyak saat pernikahan Riang...juga pengakuan perasaan ku terhadap Zea yang sebenarnya... kita tak perlu mengalami hal serumit ini!", lanjut Diaz panjang lebar.
Angel menoleh pada Diaz yang mengatakan hal itu.
"Sekali lagi, aku ucapkan terimakasih atas pembatalan pertunangan kita ini. Tapi ...ada satu hal yang mengganjal di hati ku...."
Kedua pasang mata itu saling menatap.
"Seburuk apa aku di mata kamu dan Syam?", tanya Angel.
Diaz menegang mendengar pertanyaan dari Angel…
Riang (Sadar Diri)
Bab 158
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 226 Episodes
Comments
ika
akan lbh enak dibaca nya kalo misah misuh nya diganti dgn mengumpat
saya kira lbh sopan
2024-10-08
0
andi hastutty
jangan poligami meskipun mampu dalam segala hal karena banyak hati yg tersakiti meskipun berusaha ikhlas dan adil
2024-03-30
0
Yayi Maryati
jgn sekali" mencoba poligami ,,karna ga ada yg namanya adil ,,itu udh pasti,,tpi cobalh jdi laki" yg bertanggung jawab ,,jgn cmn merusak kehidupn seorang wanita
2024-02-15
1