"Ini kunci mobil bunda, tolong sampaikan ya. Tadi papa lupa!"
Ziyad meletakkan kunci mobil Naya di atas telapak tangan Riang.
"Papa mau pulang?", tanya Riang. Ziyad menghela nafas berat.
"Heum!", gumam Ziyad. Riang menoleh ke suaminya. Syam hanya memberikan kode anggukan agar istrinya tak menghalangi papanya yang mungkin sedang membutuhkan ketenangan.
"Papa naik apa? Bawa mobil Syam aja pa!", Syam mendekat akan menyerahkan kunci mobilnya. Tapi Ziyad menggeleng.
"Ngga usah Syam. Papa bisa naik mobil Eyang. Tadi kami ke sini bersama. Tapi Eyang ngga ikut masuk. Titip Riang dan mama ya Syam!", Ziyad menepuk bahu Syam. Lelaki tampan itu pun mengiyakan ucapan papa mertuanya.
Usai mengucapkan salam, Ziyad pun meninggalkan anak dan menantunya.
Syam mengusap bahu Riang yang lesu. Dia tak tahu apa yang Riang pikirkan saat ini, tapi Syam tahu seperti apa rasanya di posisi ini.
"Udah malam, ke kamar mama ya. Istirahat! Kamu beberapa hari kurang istirahat. Kasian Dede utunnya kalo di paksa begadang lagi!", ujar Syam.
"Tapi di kamar masih ada bunda....!", kata Riang lirih.
"Justru karena ada bunda. Kamu punya amanat untuk menyerahkan kunci mobil bunda. Dan... tidak ada salahnya kamu menemui bunda, beliau...pasti sangat terpukul saat ini. Jadi ...mas minta kamu jangan menambah beban pikiran bunda dan mama dengan sikap kamu seperti kemarin ke papa."
"Iya mas, bunda tidak bersalah. Aku yakin bunda pasti sangat terluka. Tapi ...aku bisa apa Mas??", tanya Riang.
Syam mengusap bahu Riang dan menepuk sisi satunya.
"Cukup menjadi pendengar mereka Yang! Karena mereka punya versi masing-masing dalam menghadapi ujian ini. Kadang, orang yang bermasalah bukan hanya ingin mencari solusi tapi sekedar ingin di dengarkan saja keluhannya. Ya???", pinta Syam.
Riang pun mengangguk. Mereka berdua menuju ke kamar Citra.
Ziyad menemui papanya yang menunggunya di mobilnya. Ahmad bisa melihat jelas wajah sang putra yang sangat sedih tersebut.
Dengan perlahan lelaki itu membuka pintu mobilnya. Sang papa…
Riang (Sadar Diri)
Bab 197
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 226 Episodes
Comments
andi hastutty
astagfirullah Naya berpisah dengan jalan maut makanya dia bilang pulang
2024-04-01
0
Queen Mehrunnisa
duuuh... gimana perasaan El dapet 2 kabar yg sangat menyedihkan
2024-03-15
0
Endang 💖
ikut sedih....pasti kalok jd naya auto mak jleb bgt sakitnya
2024-03-15
2