Citra melenguh tengah malam. Badannya terasa remuk dan sakit seluruhnya. Dia mencoba membuka matanya untuk melihat sekitar.
Saat ia menoleh, ada suaminya yang duduk di antara bankarnya dan brankar Riang. Lelaki itu tidur dengan tangan terlipat di dadanya. Riang pun tertidur pulas dengan wajahnya yang teduh.
Kemudian, mata Citra beralih ke sofa di mana papa mertuanya berbaring.
Mata Citra berkaca-kaca melihat pemandangan di depan matanya. Untuk ke sekian kalinya hal seperti ini harus terjadi.
Jika saja hanya menimpa dirinya, mungkin Citra tak terlalu sedih. Tapi ini ada kaitannya dengan kesehatan mental Riang. Waktu lima tahun ternyata tak seindah yang terlihat. Memori buruk di ingatan Riang masih selalu menjadi bayang-bayang bahkan sampai ia dewasa nanti.
Citra terisak pelan sambil merasakan nyeri di punggungnya. Nyatanya isakan kecil itu membuat Ziyad terusik. Dia membuka matanya dan dengan sigap ia menyentuh jemari istrinya tersebut.
"Kamu sudah bangun, mau minum?", tawar Ziyad pada Citra. Citra pun mengangguk pelan bahkan nyaris tak nampak karena kepalanya masih sangat sakit untuk di gerakkan.
Ziyad mengambil botol air mineral di dalam nakas, tak lupa ia memasukkan sedotan agar memudahkan Citra untuk minum.
Dengan telaten Ziyad menegang botol minuman tersebut agar Citra bisa menghilangkan dahaganya. Setelah Citra melepaskan sedotan dari bibirnya, Ziyad meletakkan lagi botol tersebut.
"Mau makan? Kamu belum makan apa pun sejak jemput Riang kan?", tanya Ziyad.
"Aku ngga lapar mas", jawab Citra lalu menoleh ke Riang.
"Riang baik-baik saja Cit, makan ya!", pinta Ziyad lagi dengan suara yang benar-benar pelan agar tak mengganggu Ahmad dan Riang.
Ditawari seperti itu, Citra kembali menggeleng. Dia masih fokus menatap putrinya.
"Kamu bohong kan mas, pasti ada sesuatu yang terjadi dengan putri kita?"
Ziyad menarik nafas perlahan dan mengangguk pelan.
"Bagaimana kondisi Riang?", tanya Citra lagi.
"Mas belum konsultasi dengan dokter mengenai kondisi mental Riang. Mungkin s…
Riang (Sadar Diri)
Bab 49
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 226 Episodes
Comments
🌺zahro🌺
di tempatku malah gak terjadi hujan sama sekali
2023-12-16
0
Zahbid Inonk
lanjut thor 🥰
2023-12-02
1
Ambu Rinddiany Thea
satu planet kita mak .. hujan terus mak .enak d sarungin mak ujan2 gini mah 🤭
2023-12-01
1