Glen dan Helen serta Surya masih belum kembali ke tanah air. Dan akhirnya kedua perusahaan mereka untuk sementara di pegang oleh Zea dan Syam. Meskipun pada akhirnya nanti, mereka juga lah yang akan mewarisinya.
Sebuah pertemuan antar pemimpin perusahaan beserta yang mewakili di adakan di sebuah hall hotel mewah yang ada di salah satu sudut ibu kota.
Kedua anak Glen mewakili perusahaan mereka masing-masing. Dan sebelum makan siang, mereka semua sudah berada di tempat pertemuan itu.
Entah kebetulan atau apa, Syam dan Zea tiba di waktu yang sama. Kedua kakak beradik itu bertegur sapa seperti biasanya.
Hanya saja, untuk kali ini Zea terlihat lebih kalem karena dia harus berhadapan dengan para petinggi perusahaan rekan bisnis kedua orang tuanya. Meski dia bar-bar di hadapan orang terdekatnya, tentu dia akan jaim di tengah para pengusaha itu.
"Panas brother, ngga salah pakai baju begitu?", bisik Zea sambil melangkahkan kakinya sejajar dengan Syam yang berjalan ke lobby.
"Heum! Setidaknya aku pakai jas, walaupun mungkin kurang tepat untuk menghadiri acara seformal ini."
Zea mencebikkan bibirnya. Bukan itu jawaban yang ia inginkan. Zea ingin mendengar tentang peristiwa sakral tadi malam antara Syam dan istrinya.
Dasar Zea!!!
"Terimakasih ya!", kata Syam. Zea menoleh sesaat karena posisi Syam memang lebih tinggi darinya, ia sedikit mendongakkan kepalanya.
"Untuk?", tanya Zea pura-pura. Syam tersenyum sinis.
"Kagak usah berlaga polos Ze!", sahut Syam. Zea ingin tertawa lepas tapi mengingat dirinya sedang ada di lingkungan formal, ia bisa menahan diri.
"Ehem, berarti sukses dong? Boleh lah ya, bagi-bagikan imbalan!", Zea menyikut lengan Syam.
"Apa? Tas Kensel, Luwivutong, herpes?", tanya Syam menyebut asal.
"Dah??? Herpes? Gatel-getel mah iya!", sahut Zea manyun. Syam menahan bibirnya agar tak tertawa.
Syam tahu apa yang Zea inginkan, tapi tak mungkin ia mengatakannya sekarang-sekarang. Setidaknya meminta persetujuan lebih dulu dari seseorang yang menjadi salah satu pendukun…
Riang (Sadar Diri)
Bab 125
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 226 Episodes
Comments
andi hastutty
lingga kah ?
2024-01-26
0
hidagede1
zea msh ada rasa sama diaz atau cma merasa kecewa aja? karunya atuh thor mun deni jd pelampiasan zea doank 🙄
2024-01-21
0
dewi rofiqoh
Ze... Buktikan klo kamu udah move on...
Deni bersabarlah pasti akan ada bahagia untukmu
2024-01-20
0