Setelah meninggalkan area rumah itu, Mozayya berjalan menelusuri jalan raya.
Mozayya; "Daripada uangnya dipake buat ongkos pulang pergi, mending gue tabung. Siapa tahu, bisa lunasi hutang, Ayah. Dengan itu, gue bisa lepas dari jeratan pria, itu." ujarnya, dengan senyuman merekah dib1birnya, "Kata siapa nyari uang lima puluh juta itu, susah. Lihat aja, kalo gue beneran dikasih dua juta tiap minggu, mungkin dalam beberapa bulan gue bisa kumpulin tu, uang." lanjutnya.
Mozayya menghentikan langkahnya, kemudian merogoh benda yang berada di dalam saku roknya.
Mozayya; "Dia ngasih gue uang, dua juta perminggu, dan ngasih handphone baru merek apel digigit. Heumh ... Gak mungkin dia ngasih begitu aja, kalo gak ada maksud tertentu." monolognya, sambil menatap benda pipih digenggamnya.
Mozayya mengecek apk berwarna hijau berlogo telefon.
Mozayya; "Dih, ternyata bener, cuman ada nomor, dia." Lirihnya, "gak bisa dibiarin, gue harus bisa dapetin hp gue kembali." ujarnya, dengan wajah menyeringai.
Bruk!
"Huwaa ... Mama!"
Mozayya; "Eh, maaf ... maaf. Saya, gak sengaja. Maaf, ya, dek. Gapapa, kan?" tanyanya lembut.
Mozayya mencoba membantu gadis kecil itu untuk berdiri, namun dengan keras kepalanya, gadis itu tak kunjung berdiri. Melainkan malah mengosod-ngosodkan kedua kakinya.
Mozayya; "E--eh, gak boleh gitu. Malu, dilihatin, orang. Ayok, berdiri, cantik." bujuknya, mencoba menarik pelan tangannya.
"MAMAA!"
Bukannya mereda, tangisan gadis kecil itu malah semakin pecah.
Mozayya; 'Aduuuh! Ni, bocaaah ...' umpatnya dalam hati.
"Hei! Kamu, apakan anak, saya?!" bentak seseorang, dari arah belakang Mozayya.
Mozayya membalikan tubuhnya, menatap seorang wanita paruh baya, yang sedang menatapnya tajam, dengan berjalan tergesa-gesa ke arahnya.
Mozayya menelan salivanya perlahan, "Bu, jangan salah, faham. Tadi—"
"Halahh, gak usah drama. Tadi, saya lihat sendiri, kok. Kamu, asik main hp, sampai anak saya lewat aja, gak lihat!" umpatnya, menatap nyalang Mozayya, sambil merangkul anaknya,…
Terjebak Psikopat
Kena marah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments