Mozayya membuka pintu ruangan yang menjadi tempat dimana Arka dirawat.
Sontak ketiga manusia disana menolehkan kepalanya bersamaan.
Ruangan itu terlihat sangat mantap dipandang. Tidak seperti pas pertama kali Mozayya memasuki ruang rawat tersebut.
Terdapat meja bundar yang sudah ditutup dengan kain berwarna putih, serta terletak bunga lavender ditengah-tengah banyaknya hidangan dimeja tersebut.
Mozayya berjalan canggung, seraya memegang erat sling bag 'nya.
"Ya ampun! Ini beneran manusia 'kan?" heboh wanita setengah baya disana, yang tak lain adalah Bu Tanesha.
Bu Tanesha berdiri dari duduknya, lalu buru-buru menghampiri Mozayya yang masih berdiam diri di samping kursi kosong, yang tentunya dipersiapkan untuk dirinya.
"Kamu beneran manusia, 'kan?" Pertanyaan random itu kembali terlontar dari mulut wanita itu.
Mozayya yang tak paham apa maksud dari pertanyaan Bu Tanesha, hanya mengerutkan keningnya heran.
"M--maksud, Tante?"
Arka yang melihat acara membosankan, menurutnya itu, hanya menghembuskan napasnya pelan, seraya mulai mencomot hidangan dihadapannya sebelum akhirnya pria di sampingnya lebih dulu menepis tangan nakal itu.
Arka memutar bola matanya malas, seraya bersidekap d4da.
"Ternyata kamu memang benar, kamu gak seperti apa yang Tante bayangkan. Ini 'mah diluar bayangan Tante. Ternyata kamu bukan hanya sekedar cantik, tapi cantik banget, sampai-sampai gak bisa ditebak kecantikannya." tuturnya, seraya mengusap pelan sisi tubuh Mozayya.
Mozayya tersenyum canggung, ia menutup mulutnya dengan sebelah tangannya. "Ya ampun, Tante. Aku gak secantik itu."
"Ini udah jelas banget di depan mata kepala Tante sendiri. Masih aja ngeles." ucapnya, seraya diakhiri kekehan kecil.
"Kalo kalian terus-menerus berdialog kaya gitu, ini kapan makannya? Bukannya ini acara makan malam, bukan drama malam?" celetuk Arka, menatap datar keduanya.
Haish, anak durhaka memang!
"Oh iya, Mommy lupa. Saking senengnya ketemu calon pacarnya anak Mommy."
"Mom, apaansih? Mommy 'kan ud…
Terjebak Psikopat
Artha Dan Ledisya
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments