Pagi ini, cuaca sedikit mendung. Sepertinya hujan bisa turun kapan, saja.
Mozayya terbangun dari tidurnya, melihat jam dinding yang menunjukkan pukul enam lewat satu menit.
Waktu dua menit Mozayya gunakan untuk meregangkan otot-ototnya. Kemudian menatap plafon dengan tatapan kosong.
Setelah merasa cukup dengan rutinitas setiap paginya, Mozayya bangkit dari tidurnya, lalu segera berjalan menuju kamar mandi.
***
"Pagi, Neng!" sapa seseorang, yang baru keluar dari dapur.
"Pagi, Maid Lu!" balasnya, dengan senyuman ramahnya.
"Kalian bangun jam berapa, sih? Perasaan ini rumah pagi-pagi udah rapi, aja." tanya Mozayya, menatap sekeliling isi mansion tersebut.
Maid Lu tersenyum, seraya berkata. "Dari dulu kita selalu bangun jam empat, sehingga jam enam, semua pekerjaan sudah selesai." tuturnya.
"Lalu, apa yang kalian lakukan setelah pekerjaan sudah selesai?"
"Ya, menunggu perintah dari Tuan Artha."
Mozayya mengangguk-anggukkan kepalanya. "Terus, apa pekerjaanku nanti sepulang sekolah?"
Lengkungan lebar dib1bir Maid Lu terbentuk jelas. "Loh, masih tidak sadar? Kamu disini ditugaskan untuk mengurus keperluan Tuan Artha. Jadi, apapun, dimanapun, dan kapanpun itu, kamu harus menurutinya."
Mozayya menganggukan kepalanya. "Baiklah, baiklah, aku mengerti. Eh, ngomong-ngomong Artha kok gak kelihatan? Biasanya pagi-pagi gini udah ada di bawah? Apa masih di kamarnya?"
"Tuan Artha sudah berangkat tadi, jam enam."
Mozayya membulatkan kedua matanya. "Apa?! Sepagi itu?"
"Entahlah Neng. Dari wajahnya, saya perhatikan seperti kurang fresh, gitu. Kayanya Tuan Artha sedang banyak pikiran. Biasanya jangan diganggu."
"Oh, gitu yah. Yaudah kalo gitu aku berangkat sekolah dulu, ya."
"Iya, Neng, hati-hati." ujarnya.
***
"Eh, Arka! Lo, udah dari kapan disini?" Mozayya segera berjalan menuju motor sport hitam, serta pemiliknya yang sedang berdiam diri di tempat.
Arka memasukan ponsel miliknya ke saku dalam jaketnya. Lalu, menatap Mozayya sumringah.
"Udah dari seminggu yang lalu."
"Yeeh, mana a…
Terjebak Psikopat
Masalalu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments