Setelah acara beres-beres bersama selesai, Mozayya dan Arka memutuskan untuk langsung pulang. Walaupun siswa/i yang lain memilih istirahat sejenak di sekolah, tersebut.
"Jadi, nih?" tanya Arka pada Mozayya, ketika mereka berdua sudah berada di samping motor sport miliknya.
"Jad—,"
Drt!
"Bentar," ucap Mozayya, seraya merogoh ponselnya yang berada dirok seragamnya, itu.
[Pulang lebih awal! Jika telat lima menit saja, lihat apa yang bakal terjadi!]
Mozayya menelan salivanya susah payah, ketika membaca pesan tersebut.
"Kenapa?" tanya Arka, menatap Mozayya heran. Seraya hendak mengintip ponsel Mozayya, namun Mozayya segera menjauhkannya.
"Ka! Kayanya hari ini gak bisa, deh. Besok aja, ya?" ucapnya, menatap Arka lesu.
"Kenapa?" tanyanya, namun terdengar kekehan kecil setelahnya.
Mozayya melayangkan tatapan tajamnya, setelahnya menghembuskan napasnya perlahan. "Kayanya mood sepupu gue lagi gak baik-baik, aja. Gue harus pulang cepet." tuturnya, seraya mengecek kembali ponselnya, sekilas.
Arka hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. "Gue heran deh sama kalian berdua. Setelah dilihat-lihat kayanya hubungan kalian berdua emang gak solid."
Mozayya hanya mengedikan bahunya. "Entahlah."
"Yaudah gak usah ditekuk gitu mukanya, 'kan masih ada besok." ujarnya, seraya mengusap pelan pundak Mozayya.
"Besok, ya? Lo masih mau 'kan anterin gue?" Mozayya menatap Arka sumringah.
Arka menganggukkan kepalanya mantap. Sambil mengangkat ibu jarinya.
Kediaman Angkasa!
"Kamu telat sepuluh menit Mozayya!" tegas seseorang tepat di atas ujung tangga.
Mozayya mendongakkan kepalanya, menatap pria itu, yang sedang menatapnya datar.
"Oh, ayolah Artha! Kamu pikir aku terbang?"
"Sini kamu!"
Mozayya segera melangkahkan kakinya, dan mulai menaiki tangga, dengan wajah yang ditekuk sempurna.
"Gak usah ditekuk gitu mukanya!"
Mozayya menghembuskan napasnya pelan, seraya melipat kedua b1birnya.
"Bereskan kamar, saya!" sentaknya, ketika Mozayya sudah berada dihadapannya.
"Aku 'kan belum ganti baju."
"Kamu sud…
Terjebak Psikopat
Gagal Bertemu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments