"Artha, lepaskan aku, aku janji gak akan berisik." Tak ada lagi air mata yang terjatuh dari pelupuk mata yang nampaknya sudah terlihat sembab, akibat terlalu lamanya menangis.
Pria itu masih setia menyandera Mozayya dalam Kungkungannya. "Diamlah, atau kamu akan semakin merasakan kesakitan!" Suara itu terdengar seperti sebuah tekanan berat.
Mozayya mengigit b1bir bawahnya yang kian bergetar. Terasa sangat menyakitkan sekali untuk hatinya.
"Arth— akh!" Mozayya meringis pelan ketika sebelah tangan Artha menjambak rambutnya.
"Diam, Mozayya!" Deruan napas pria itu terdengar naik turun tak karuan.
Mozayya menelan salivanya perlahan, serta memejamkan matanya sejenak.
Ceklek!
Kedua pasang mata itu dengan bersamaan tertuju pada suara tersebut.
Perlahan Artha menurunkan kedua tangannya, lalu menatap wanita yang sekarang sedang menatapnya datar.
Pria itu berbatuk kecil, seraya memalingkan wajahnya kesembarang arah.
Mozayya mengusap l3hernya singkat, lalu segera berlari menuju dokter Milla.
"Dok, bagaimana keadaan Ibu? Dia baik-baik saja 'kan?!" Mozayya menatap dokter Milla lekat.
Guratan melelahkan tersirat sangat jelas diwajah wanita itu. Setelahnya, terdengar helaan napas pelan.
"Bu Ningsih sudah melewati masa kritisnya. Tapi—"
"Tapi?" Mozayya menggigit b1bir bawahnya cemas.
Wanita itu terdiam beberapa saat, serta memejamkan matanya sejenak. Lalu, kembali menatap Mozayya.
"Dengan berat hati saya mengatakan bahwa Bu Ningsih mengalami koma." Wanita itu menatap Mozayya, seraya menghembuskannya napasnya perlahan.
Degh!
Satu tetes air mata berhasil lolos dari pelupuk mata gadis itu. Gelengan kepala serta isakan kecil mulai terdengar. "Nggak! Gak mungkin! Dokter bohong 'kan?! Ibu aku gak mungkin seperti apa yang dokter bilang. Tolong, katakan dokter sedang bercanda. Dokter lagi bohongin aku 'kan?!" Mozayya menggenggam kedua tangan dokter Milla.
Hembusan halus terdengar kembali dari hidung wanita itu. "Kamu yang sabar ya. Kita tidak tahu rencana Tuhan selanjutnya. Tugasmu saat ini…
Terjebak Psikopat
Pak Angga
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments