Tidak seperti biasanya, kali ini Mozayya tak bisa menghentikan mulutnya selama disepanjang jalan. Dirinya terus mengomel kepada pria, di sampingnya, itu.
Mozayya; "Artha! Apa maksudmu? Kamu, bilang kamu tidak minat nganterin aku ke Sekolah. Terus sekarang, apa?!" ujarnya, menatap nyalang, Sang pengemudi.
Artha tak menjawab omelan Mozayya, yang menurutnya tidak penting. Bahkan ia tak meliriknya sekalipun. Artha terus pokus pada pendiriannya.
Mozayya; "Artha! Kamu dengerin aku gak, sih?!" sentaknya, yang mulai kesal sendiri, karena keberadaannya seperti tak dianggap oleh pria, itu.
Artha; "Diam, Mozayya! Kamu, mengganggu konsentrasi menyetir, saya!" tegasnya, seraya melirik Mozayya, sekilas.
Mozayya memilih diam! Tapi, tetep aja. Unek-unek nya sudah berada diujung lidahnya.
Mozayya; "Kamu tahu gak?!"
Artha; "Enggak! Dan gak mau tahu!"
Mozayya memutar bola matanya malas, "Kamu—,"
Artha; "Saya kan sudah bilang, saya gak mau tahu! Kenapa, masing ngomong?" potongnya, menatap Mozayya dengan tatapan tajam.
Tidak sampai disitu. Entah punya keberanian dari mana, kali ini Mozayya tidak memiliki rasa takut sedikitpun terhadap pria, di sampingnya, ini.
Mozayya; "Kamu gak lihat tadi, aku udah ditawarin berangkat bareng sama, Arka? Kenapa, masih ngotot pengen nganterin, aku?" ungkapnya, dengan tatapan yang seperti mengajak tempur.
Terlihat senyuman miring pria itu, bersemi, "Jadi, kamu sedang membela pria, itu?"
Mozayya; "Enggak! Siapa bilang membela? Emangnya ada pertarungan?" Dengan sengaja Mozayya memasang wajah tengilnya.
Artha; "KAMU—,"
Drt! Drt!
Suara itu, berhasil meredakan emosi yang sudah diujung kepala, pria itu.
Diam-diam Mozayya mengulum senyuman dib1birnya.
Artha menekan inPods yang berada ditelinganya.
[ ... ]
"APA?!"
[ ... ]
"Saya akan segera kesana!"
Artha menekan kembali benda yang berada ditelinganya.
Mozayya yang penasaran, memilih untuk bertanya, "Kenapa?"
Artha; "Bukan urusanmu!"
Mozayya; "Bukan urusanmu," ucapnya, sambil memajukan b1bir bawahnya. Yang…
Terjebak Psikopat
Orang miskin
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments