"Siapa kalian?! Lepaskan aku!"
"Gadis yang cantik! Kenapa, berani sekali kamu melewati jalanan sepi ini?! Terlebih lagi kamu sendiri?" seringai salah satu dari keempat pria besar disana.
Pria itu menatap Mozayya dari atas hingga bawah, 'pun sebaliknya.
Tubuh Mozayya yang terikat dipohon besar, membuat dirinya tidak bisa berbuat apa-apa.
"Sayang sekali jika kamu harus mat1 secara sia-sia. Bagaimana? Mau bermain-main dengan kita dulu?" ucapnya, seraya menatap tiga tawanannya, itu.
Mozayya menelan salivanya kasar, lalu menatap nyalang keempat pria itu.
"Jika kalian berani macem-macem, aku akan teriak!" sentaknya, menatap takut tak takut makhluk hidup berbentuk manusia itu.
Salah satu dari mereka menyunggingkan senyuman miringnya, setelahnya berjalan mendekati Mozayya.
"Silahkan saja teriak sekencang-kencangnya. Tidak akan ada yang bisa mendengar teriakanmu!" seringainya, tepat disamping telinga Mozayya.
Mozayya bergidik ngeri, seraya menekukkan lehernya yang merasakan bulu kuduknya tiba-tiba berdiri.
"Saya ada satu permainan!" ujar pria itu, menatap satu persatu tiga tawanannya itu. "Periksa tasnya, dan ambil handphonenya!"
Salah satu tawanannya mulai membuka tas ransel Mozayya, lalu mencari benda yang dimaksud temannya itu.
Kita kasih tanda!
Ada pria besar berkepala botak, pria besar ber rambut gondrong, pria besar dengan perutnya yang menonjol besar, dan satu lagi pria besar bertopi hitam.
"Tidak ada!" ujar si perut menonjol.
Pria yang bertopi hitam itu memicingkan matanya, lalu menatap lekat tubuh Mozayya.
Tepat! Berhenti disaku rok seragam Mozayya.
Tanpa aba-aba, pria itu merogoh saku rok tersebut, dan ya ...
"Hei! Kurang ajar sekali!" sentak Mozayya, menatap nyalang pria itu.
Lagi-lagi pria itu menyunggingkan senyuman miringnya, lalu mulai memainkan jarinya dibenda pipih tersebut.
Namun, detik itu juga kerutan dikeningnya tercetak sempurna.
"Ck, apa password-nya?!"
Mozayya tersenyum penuh kemenangan. Ia menggelengkan kepalanya cepat. "Gak tahu!"
"Ini milik…
Terjebak Psikopat
Tetap Berada di Pendirian
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments