"Mari aku antar!" Artha menggenggam tangan Mozayya, ketika gadis itu sudah rapi dengan seragamnya.
Mozayya melepas genggamannya. "Gak usah! Aku bareng Aldi." ucapnya, tanpa mengalihkan pandangannya ke sosok pria tersebut.
Artha mengerutkan keningnya, seraya menelan salivanya perlahan. "Tidak ada penolakan!"
"Kamu bilang, jika aku memberikannya, kamu akan kasih apapun yang aku mau. Jadi, bisakah kamu kasih aku ijin untuk bareng sama, Aldi?" Kali ini Mozayya menatap Arka dengan watasi 'nya.
"Tidak akan!"
"Kamu egois!" sentaknya, seraya berlalu dari hadapan pria itu.
***
"Kenapa kamu diam saja?"
Mozayya tak menjawab pertanyaan pria itu, ia terus pokus dengan handphonenya.
"Moza, kenapa kamu marah? Apa yang membuatmu marah?"
Mozayya mengeraskan rahangnya, namun sebisa mungkin ia menahan gejolak amarah di dalam hatinya.
"Moza! Jangan buat saya marah!"
'Ck, kosakata yang aneh!'
Artha menelan salivanya perlahan, setelahnya meraih sebelah tangan Mozayya. "Moza, maafkan aku. Aku khil—"
"Sudahlah Artha, tidak usah dibahas!" sentaknya, seraya menjauhkan tangannya dari tangan pria itu.
"B--baiklah, aku diam mulai sekarang." ucapnya, seraya mengatupkan b1birnya rapat-rapat.
Sungguh diluar perkiraan, Artha benar-benar diam tak bersuara.
School of the best!
"Kamu, tidak kesulitan berjalan, 'kan?"
Pertanyaan itu sukses membuat Mozayya membeku detik itu juga. Ia mengurungkan niatnya yang hendak membuka pintu mobil tersebut.
"Saya akan mengantarkanmu sampai depan kelas!"
Mozayya membulatkan kedua matanya, seraya menahan tubuh Artha yang hendak membuka pintu mobilnya.
"Gak usah!"
"Tidak bisa! Kam—"
Artha menghentikan ucapannya, ketika Mozayya menatapnya datar, bahkan ini kali pertamanya Mozayya melayangkan tatapan yang membuat suasana jadi terasa mencekam.
"Baiklah,"
Brugh!
Mozayya menutup pintu itu, lalu segera berlari menuju tempat tujuannya.
***
Drt!
Lamunan Mozayya teralihkan ketika mendengar getaran yang berasal dari handphone miliknya.
Ia mengecek benda pipih itu, d…
Terjebak Psikopat
Lawan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments