Diperjalanan yang penuh dengan ketegangan, hanya satu yang ada dipikiran Mozayya. Tentang jati diri Artha yang seorang psik0pat.
'Apa yang bakal dia lakuin sama gue? Apa dia bakal bunvh gue, seperti orang yang ada digedung, itu? Ya, Tuhan ... selamatkan hamba.'
"Kamu memang cari mat1," gumam pria di sampingnya, itu, namun masih terdengar jelas dipendengaran Mozayya.
Mozayya menelan salivanya susah payah. "Artha, aku—,"
"DIAM!"
Mozayya menundukkan kepalanya dalam-dalam, seraya terus memilin ujung dasinya.
Sudah terasa cukup lama berada dimobil Artha, Mozayya baru menyadari bahwa jalan yang mereka lewati, bukan jalan kearah mansion Artha.
'Di mau bawa gue kemana?'
Diam-diam Mozayya menatap Artha lekat. Kalo bertanya nanti dibentak lagi, kalo tidak bertanya, hatinya tidak bisa diam.
'Jadi serba salah.'
Ciit!
Mobil berhenti tepat disebuah gedung besar yang menjulang tinggi.
RS Graha Raya Harapan Bangsa!
'R--rumah sakit? Ngapain gue dibawa ke rumah sakit?'
"Awsshh!" rengeknya, ketika Artha menarik sebelah tangannya dengan sangat kasar. Lalu, menyeretnya masuk ke dalam rumah sakit tersebut.
Langkah Artha yang lebar, dikombinasikan dengan langkah Mozayya yang hanya seperempat dari langkah Artha. Tentu saja sulit untuk Mozayya menyeimbangkan langkah demi langkah pria, itu.
Bruk!
Mozayya terhempas ke lantai, karena terjebak oleh kakinya sendiri.
"Ck! BANGUN!" suaranya begitu menggelegar di ruangan tersebut. Semua pasang mata tertuju kepada mereka berdua. Namun, itu tak bertahan lama, ketika Artha melayangkan tatapan tajamnya kesetiap makhluk hidup disana.
Mozayya bangun dengan perlahan, sambil mengusap-usap lututnya yang terlihat sedikit memar.
Artha Kembali mencengkram sebelah tangan Mozayya, lalu mulai berjalan menuju lift.
Di dalam lift, Mozayya terus berdo'a dalam hatinya. Perasaannya mulai tak tenang.
'Apa yang Artha rencanain?'
"Awshh!" rengekan itu kembali terdengar, ketika Artha Kembali mencengkram sebelah tangan Mozayya.
Artha sama sekali tak menghiraukan r…
Terjebak Psikopat
Ruang bawah tanah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments