Tok! Tok! Tok!
"Permisi, Tuan!" seru seseorang tepat dibalik pintu kamar Mozayya, yang dimana tempat Artha tertidur semalaman.
Tok! Tok! Tok!
"Permisi, Tuan!" Lagi, orang itu bersuara, namun masih tak mendapat jawaban.
Tok! Tok! Tok!
"Permisi, Tuan!"
Artha yang tengah tertidur 'pun kunjung membuka kedua matanya. Dengan nyawanya yang masih belum semuanya terkumpul, pria itu bangkit dan berjalan gontai menuju pintu kamar tersebut.
Ceklek!
"Ada apa Dero? Kau sudah membangunkan tidurku!" Artha menatap datar manik pria dihadapannya itu.
"Ma--maaf Tuan sebelumnya. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa Tuan besar meninggal dunia." ucap pria itu seraya menundukkan kepalanya dalam.
Degh!
Pagi-pagi sudah disuguhkan dengan berita yang berhasil membuat jantungnya berhenti sejenak. Tentu saja, pria itu tak mampu menggerakkan b1birnya sesaat.
"Apa maksudmu?!" Suara yang terkesan horor itu diselimuti dengan tatapan yang begitu tajam.
"Saya mendapatkan informasi dari pihak rumah sakit Andalan Keluarga Bahagia, Tuan. Mereka mengatak—"
Tanpa berniat untuk mendengarkan penjelasan dari sang supir, Artha berlalu begitu saja.
Langkahnya begitu lebar, dengan kedua tangannya yang terkepal erat. Serta tatapannya yang begitu tajam tersirat dikedua matanya.
Pria itu memasuki mobil sport hitamnya.
Brugh!
Brum!
Mobil melesat dengan kecepatan tinggi.
***
Disisi lain!
Ceklek!
"Assalamualaikum, Ib—"
Degh!
Kedua mata itu membelalak lebar. Serta napasnya yang beberapa saat tercekat ditenggorokannya.
Bruk!
Mozayya menjatuhkan plastik yang saat ini ia tenteng, lalu segera berlari menuju wanita yang kini tengah terbaring disoffa serta busa putih yang keluar dari mulutnya.
"IBU!"
Grep!
Mozayya memelvk erat tubuh itu yang sudah tidak berdaya. Gadis itu meraung keras dengan terus menggoyang-goyangkan tubuh Ibunya.
"Hiks, hiks, Ibu! Bangun Bu! Apa yang terjadi?! Kenapa Ibu bisa seperti ini?! Hiks, hiks." Air matanya luruh dengan derasnya.
Bagaimana mungkin seorang anak tidak menangis ketika melihat k…
Terjebak Psikopat
Rahasia Rencana Tuhan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments