Kini, disebuah ruangan, yang tepatnya adalah tempat yang selalu menjadi teman susah senang seorang pria tiga puluh tiga tahun, yang tak lain adalah dokter Nioqa.
Saat ini, ruangan itu terasa dingin mencekam ditemani oleh seorang pria berusia dua puluh dua tahun, yang tak lain adalah Artha Genandra Angkasa.
Tatapan tajam itu kembali tersirat dikedua mata pria itu. Menatap dokter Nioqa dengan tatapan yang menyala-nyala.
Nampaknya dokter tersebut sudah biasa dengan tatapan itu. Pria itu hanya membalasnya dengan tatapan datar.
Dokter Nioqa menarik napas lewat mulutnya, lalu menghembuskannya lewat kedua lobang hidungnya itu.
"Artha, saya tahu kamu pasti marah. Tapi bagaimanapun juga kamu berhak mengetahuinya." Pria itu masih nampak tenang, walaupun tengah ditatap nyalang oleh Artha.
"Saya tidak suka berbasa-basi!" Suara horor itu mampu membuat bulu kuduk siapa saja yang berada disitu meremang hebat. Termasuk dokter tersebut. Namun, pria itu memiliki kemampuan dalam bersikap yang seolah-olah tidak merasakan apa-apa.
"Dengarkan saya baik-baik. Sebelum saya menyelesaikan perkataan saya, kamu tidak boleh memotongnya."
Artha tak menjawab perkataan dokter Nio, alih-alih pria itu memalingkan wajahnya acuh.
Hembusan halus keluar lagi dari hidung dokter tersebut.
"Saya sungguh minta maaf karena saya sudah menyembunyikan kepulihan Pak Mantha. Say—" Dokter Nioqa mengangkat sebelah tangannya, guna mencegah mulut Artha yang tengah ancang-ancang untuk mengeluarkan suara, yang bisa dipastikan itu sebuah amarah.
"Dengarkan saya dulu!"
Rahang pria itu mengeras sempurna, sehingga manampakan urat-uratnya. Namun, dengan perasaan yang menggebu-gebu, Artha tetap mengikuti instruksian yang diberikan oleh pria dihadapannya itu.
"Saya baru mengetahuinya sejak empat hari yang lalu. Itupun sekitar pukul sembilan, tepatnya dimalam hari." Pria itu menghembuskan napasnya perlahan.
"Saya rasa Pak Mantha sudah siuman sejak lama, tanpa sepengetahuan semua orang. Karena ketika saya membuka pintu…
Terjebak Psikopat
Rela
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments