Masih di kamar pemilik rumah, dan posisi Mozayya masih tertidur dipelvkan Artha. Bedanya sekarang Artha juga ikut tertidur di samping Mozayya. Sedangkan isi bumi sudah diterangi oleh bulan yang menggantikan posisi matahari.
Jam menunjukkan pukul delapan belas lewat empat puluh lima menit.
"Huamhh!" Mozayya menggeliat lembut, kedua tangannya sibuk meregang kesemua sisi, sehingga tak sengaja meninjv wajah tampan milik pria yang sekarang sedang berada di sampingnya, itu.
"Eh!" Mozayya menggisik kedua sudut matanya, dan di detik selanjutnya ia membulatkan kedua matanya.
"Huwa!"
Bugh!
"Akh!" Ringisan terdengar memilukan dari mulut pria itu. Artha, mengusap pelan sudut b1birnya yang menerima serangan dadakan dari gadis di sampingnya itu.
"Eh, maaf, maaf. Aku gak sengaj—" Mozayya melipat kedua b1birnya rapat-rapat, ketika tangannya yang hendak menyentuh area b1bir itu, lebih dulu dicengkeram oleh Artha.
Tidak ada yang pria itu lakukan, keduanya hanya melemparkan tatapannya satu sama lain.
Didetik selanjutnya, Artha melepaskan cengkramannya, dan bangkit dari posisinya. Turun dari tempat tidur itu, lalu berjalan santai menuju kamar mandi.
Sebelum benar-benar masuk ke dalam kamar mandi tersebut, Artha membalikan tubuhnya, berdiri menatap Mozayya datar.
"Kembalilah ke kamarmu, dan siap-siap!" ucapnya, masih dengan tampang datarnya. Sebenarnya, lebih ke gimana sih kalo seseorang baru bangun dari tidurnya? Ya, begitulah. Masih di zona loading.
"Siap-siap?" Mozayya mengernyitkan dahinya.
"Iya, siap-siap yang rapi. Pake salah satu dress yang sudah aku siapkan. Semuanya ada di kamarmu." ucapnya, sebelum akhirnya pria itu bener-bener memasuki kamar mandinya.
Mozayya mengerjap-erjapkan kedua matanya. "Udah berapa dress yang dia beliin buat gue?" monolognya, menatap pintu kamar mandi itu yang sudah tertutup rapat.
"Kayanya gue harus nabung. Takutnya nanti dia tagih lagi uangnya." gumamnya, lalu segera berjalan menuju pintu kamar tersebut.
Ceklek!
Mozayya berjalan menuju kamar miliknya…
Terjebak Psikopat
Tidur bareng
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments