Mozayya yang tengah asik dengan cemilannya, menyempatkan diri untuk mengecek ponselnya itu.
"Arka," gumamnya, lalu segera menggeser ikon hijau tersebut.
[Hall—]
[Za, lo sakit?! Pasti gara-gara acara makan malam itu 'kan? Lo pulangnya kemaleman, terus lo pasti kedinginan. Sebenarnya gue gak mau ngadain acara makan malam itu, Za. Tapi nyokap gue yang maksa. Gue bener-bener minta maaf.] cerocos pria yang berada di sebrang telepon sana.
[Apaansih lo?! Gak ada sangkut pautnya sama acara itu. Ini emang kodrat nya gue dari Gusti Allah!]
[Ya, tapi tetep aj—]
[Kalo lo cuman mau ngomel doang, gue tutup, nih.]
[Eh, jangan dong!]
[Makanya santai aja. Gue mau nanya nih. Emang lo beneran udah sembuh?]
[Y--ya sebenarnya sih sedikit dibumbui paksaan.]
[Udah gue duga.]
[Ya, abisnya gue kangen banget sama, lo.]
[Apaansih, gak jelas!]
Terdengar kekehan kecil dari sebrang telepon sana.
[Kapan lo masuk sekolah, lagi?]
[Kayanya besok juga udah masuk, lagi.]
[Yakin udah sembuh?]
[Yakin lah, emangnya elo!]
[Y--yaudah sih. Eum, kalo gitu besok gue jemput, ya?]
[Gue—]
[Pokonya, besok gue jemput, titik!]
[Ka—]
Tut!
"Anjir!"
Mozayya menghembuskan napasnya pelan. Detik selanjutnya ia menatap pesan yang baru saja masuk atas nama Rezaldi.
[Lagi teleponan sama siapa?]
Mozayya mengerjap-erjapkan kedua matanya, lalu mengecek daftar panggilan masuk, dan benar saja, dua panggilan tak terjawab dari atas nama Rezaldi.
Perlahan sebelah tangannya menekan kontak tersebut.
[Sorry, gue lagi telponan sama Bokap, gue.]
"Lagi-lagi mereka gue jadiin jaminan. Maafin aku, Yah" monolognya.
Drt!
[Oh, gitu.]
Mozayya menekan kontak itu.
Wug!
Satu chat masuk lagi.
[Moz, besok gue jemput, ya?]
Mozayya membulatkan kedua matanya.
"Apa?! Gak bisa dong, 'kan udah Arka duluan." Mozayya mulai memainkan jarinya dibenda pipih tersebut, tentunya bertujuan untuk menolak ajakan tersebut.
Baru ingin mengirim ketikannya, tiba-tiba ...
Drt! Drt! Drt!
Panggilan masuk atas nama Rezaldi.
"Haish, pake acara nelpon segala lagi."
Semp…
Terjebak Psikopat
Bersaing
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments