###
Akhirnya, camping dua hari dua malam itu'pun selesai. Anggap saja banyak cerita dibaliknya.
"Moza, saya ada urusan mendadak. Jadi, kamu pulang bareng temenmu, itu." ucap Artha, dengan guratan wajah serius.
Mozayya terdiam sejenak, setelahnya menganggukkan kepalanya pelan.
"Arka! Sini!" teriak pria itu, ketika sang pemilik nama menunjukkan batang hidungnya.
Arka berlari kecil, dan berhenti tepat di samping Mozayya.
"Kenapa?" tanyanya, menatap Mozayya singkat, setelahnya beralih menatap Artha.
"Beri dia tumpangan, saya ada urusan. Jadi, tidak bisa langsung pulang ke rumah."
Arka menyempatkan kedua matanya untuk menatap Mozayya. Hanya dua detik, setelahnya ia kembali menatap Artha.
"O--oh, iya gak masalah," ucapnya, seraya menganggukkan kepalanya pelan.
"Saya duluan," ucap Artha, seraya berjalan meninggalkan keduanya.
***
Sisi Artha!
Terlihat pria itu terus-menerus menghembuskan napasnya kasar, dengan rahang tegasnya yang sudah memerah, dan juga mengeras, sehingga menampakkan urat-uratnya.
FlashbackOn!
"Artha, lihat! Api unggun 'nya cantik banget!" serunya, seraya menyenggol pelan lengan pria itu.
Artha tak menjawab, ia terus menatap titik yang menjadi pusat perhatian semua orang. Tatapannya begitu lekat, menatap si jago merah tersebut.
"Artha!"
"IYA!" sentaknya, menatap tajam manik Mozayya.
Mozayya mengatupkan b1birnya, seraya memalingkan wajahnya lurus depan. 'Gajelas banget, marah-marah!'
"Za!" panggil seseorang.
Mozayya menolehkan kepalanya kesumber suara, 'pun dengan pria di sampingnya itu.
"Arka, kenapa?"
"G--gue boleh ngomong bentar gak sama Mozayya?" tanyanya, menatap ragu pria yang bersama Mozayya itu.
Artha menatap Mozayya sekilas, setelahnya kembali menatap Arka. "Ngomong, ya tinggal ngomong,"
"Tapi gak disini. Gue mau ngomong empat mata."
Lagi-lagi Artha menolehkan wajahnya, menatap manik Mozayya. Sedangkan, Mozayya hanya mengangkat bahunya pelan.
"Yaudah sana!"
"Yok, Za!" ajaknya, seraya meraih sebelah tangan Mozayya.
Mozayya tak berontak, ia men…
Terjebak Psikopat
Sadarkan Diri
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments