"What?! Jadi, lo bener-bener nganggep gue makhluk halus?! Lo pikir gue set4n?!" sentaknya, serta menambah tingkat ketajaman matanya.
'Kenapa dia ada di dunia nyata?' Arka menatap gadis itu dengan tatapan nyalang. 'Pun tatapan gadis itu juga tak kalah nyalang darinya. Terjadilah aksi saling melempar tatapan tajam.
"Tarik ucapan lo!" sentak Arka, menatap datar gadis dihadapannya itu.
Seketika orang yang dimaksud mengerutkan keningnya heran. "Harusnya elo yang narik ucapan lo?! Ngapain lo ngomong gue gak boleh ada di dunia?! Itu artinya lo nganggep gue set4n!"
Arka menelan salivanya perlahan. Tak ada yang perlu ia katakan lagi. Arka berlalu dari hadapan gadis itu, dan berjalan menuju motornya yang masih berada di zona nasib malang.
"Cowok gil4!"
Kata-kata itu mampu menghentikan langkah Arka. Pria itu membalikan tubuhnya, lalu menatap nyalang gadis yang juga sedang menatapnya nyalang.
"Cewek rese!"
"Dih! Gue sumpah—"
"DIAM!"
Seketika gadis itu bungkam, menatap Arka tanpa kedip.
"Kalo lo lanjutin kata-kata menyebalkan itu, gue pastiin lo gak akan hidup aman, tentram, damai, dan gak akan bahagia sebelum lo minta maaf ke gue!"
"Anjir! Lo bener-bener nyebelin tau gak sih?!"
"Bodo amat!" Arka melanjutkan kembali langkahnya yang sempet terjeda barusan.
Brum!
"DASAR COWOK GIL4!" teriaknya, yang masih bisa didengar jelas oleh Arka.
Arka menolehkan kepalanya, lalu membentuk sebuah isyarat ibu jari yang dipadukan dengan jari tengahnya.
"Anjir! Pertama kali gue injekin kaki di Jakarta dan langsung disuguhkan cowok gil4 kaya dia?! Yang bener aja, Tuhan! Gue pengen balik lagi aja deh ke kampung halaman gue! Bisa ikutan gil4 kalo semua cowok disini kaya gitu! Dih, amit-amit!" gerutunya, seraya meninggalkan lokasi tersebut.
***
"Wajar gak sih kalo gue bilang Arka lama banget?" monolog seorang gadis, yang tak lain adalah Mozayya.
Gadis itu kini tengah berdiri anteng di depan gerbang rumah Artha. Sesekali Mozayya melayangkan tatapannya kearah jalan yang menjadi sumber kemuncula…
Terjebak Psikopat
Penguntit
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments